nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Nahrawi Ungkap Selama 2018 Ada 20 Proposal KONI ke Kemenpora

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 04 337 2074715 imam-nahrawi-ungkap-selama-2018-ada-20-proposal-koni-ke-kemenpora-DMEYybp0wK.jpg Imam Nahrawi di Gedung KPK (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dihadirkan menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari Pemerintah untuk KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini.

Dalam kesaksian ini, Imam mengungkapkan bahwa sepanjang 2018 terdapat 20 lembar proposal yang diajukan KONI ke Kemenpora terkait dengan peningkatan prestasi atlet dan olahraga.

"Menurut catatan tata usaha selama 2018 ada 20 proposal ke Kemenpora," kata Imam di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Menpora, Imam Nahrawi

Mendengar kesaksian itu, Jaksa penuntut umum KPK kemudian mendalami soal lembar disposisi proposal lainnya yang diterima oleh Kemenpora dari KONI terkait pendampingan atlet yang berlaga pada Sea Games 2018.

Kemudian, Imam membenarkan informasi yang ditampilkan Jaksa dalam ruang persidangan. Menurutnya, pengajuan itu merupakan bagian dari 20 proposal yang masuk ke Kemenpora.

"Ya tadi itu ada 20 proposal," ucap Imam.

Baca Juga: Soal Dana Hibah, Menpora Akui Berikan Disposisi Proposal dari KONI

Maj‎elis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyebut Menpora, Imam Nahrawi kecipratan uang Rp11,5 miliar dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy. Hal tersebut terungkap dalam amar putusan Ending Hamidy.

Dalam amar putusan Ending Hamidy, terungkap adanya pemberian uang Rp11,5 miliar untuk Asisten Pribadi (Aspri) Imam Nahrawi, ‎Miftahul Ulum dan Staf Keprotolan Kemenpora, Arief Susanto. Uang tersebut diyakini untuk kebutuhan Imam Nahrawi meskipun pernah dibantah oleh ketiganya.

Hakim merincikan bahwa Miftahul Ulum pernah menerima uang Rp2 miliar pada Maret 2018 di kantor KONI. Ulum juga terbukti menerima Rp500 juta pada Februari 2018 di ruang kerja Sekjen KONI.

Kemudian, sambung Majelis Hakim, ‎Arief Susanto pernah menerima Rp3 miliar. Ulum kembali menerima uang di ruang Sekjen KONI pada Mei 2018 sebesar Rp3 miliar. Selanjutnya, Ulum juga menerima uang Rp3 miliar dalam pecahan mata uang asing di Lapangan Tenis Kemenpora pada 2018. Miftahul Ulum, Arief Susanto, dan Imam Nahrawi sebelumnya sempat membanta‎h rincian uang tersebut. Ketiganya membantah menerima uang dari KONI.

(kha)

Berita Terkait

OTT Pejabat Kemenpora

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini