nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oknum Polisi Pemukul Warga di Aksi 21-22 Mei Sudah Diamankan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 16:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 04 337 2074660 oknum-polisi-pemukul-warga-di-aksi-21-22-mei-sudah-diamankan-xz4pWGkTNb.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah menemukan oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap Muhammad Harun Al Rasyid (15), saat aksi 21-22 Mei lalu. Namun, ia enggan menyebut siapa dan darimana dinas si pelaku pemukulan.

"Sudah ditemukan, yang bersangkutan sudah diperiksa perintah pimpinan untuk tetapi ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," kata Edi kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

Dedi mengungkap, saat ini pasukan Brimob yang ada di Jakarta sudah kembali ke satuan masing-masing secara bertahap.

"Itu nanti kesatuan setempat yang akan melakukan proses penindakan sesuai yang berlaku, baik itu hukuman disiplin maupun ketentuan lain bisa kode etik," ujarnya.

 Baca juga: Bareskrim Polri Kembali Kumpulkan Jejak Digital Perusuh Aksi 21-22 Mei

Aksi 22 Mei

Saat ini juga, Dedi sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang sudah melihat kejadian tersebut.

"Ada beberapa saksi sedang didalami dan kita sedang menganalisa jejak digital baik CCTV, rekaman yang didapat itu sedang dianalisa semuanya. Oleh karenanya ini pembuktian secara scientific," tutupnya

Untuk diketahui, Harun (15) warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah terlibat kerusuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam. Harun, meninggal setelah nyawanya tak tertolong ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat.

 Baca juga: Korban Kekerasan Aksi 21-22 Mei Lapor Komnas HAM

Aksi 22 Mei

Kerusuhan sendiri terjadi berturut-turut selama dua hari pada tanggal 21 Mei 2019 dan 22 Mei 2019. Dari demonstrasi menuntut pengusutan kecurangan pemilu 2019 di Bawaslu pada pagi hari di kedua tanggal tersebut, situasi berubah ricuh pada malam harinya hingga pagi keesokan harinya.

Setidaknya ada lima titik ricuh pada tanggal 21-22 Mei 2019, yakni depan Gedung Bawaslu, Pasar Tanah Abang, Simpang Jalan Agus Salim (Sabang), Jembatan Slipi Jaya dan Petamburan (sekitar kompleks Asrama Brimob).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini