PDIP Bawa Isu Ekonomi Gotong Royong ke Kongres V

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 04 Juli 2019 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 04 337 2074525 pdip-bawa-isu-ekonomi-gotong-royong-ke-kongres-v-IN5Hm34nrr.jpg PDIP gelar FGD dengan tema Ekonomi Kerakyatan Berdasarkan Ekonomi Gotong Royong di DPP PDIP, Jakarta, Kamis (4/7/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa isu ekonomi gotong royong sebagai jalan perubahan Indonesia maju dalam Kongres V partai berlambang banteng di Bali pada Agustus 2019.

Isu ini sebelumnya dibahas saat PDIP menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema Ekonomi Kerakyatan Berdasarkan Ekonomi Gotong Royong di DPP PDIP, Diponegoro, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sejumlah peneliti, pengambil kebijakan, praktisi hingga investor dikumpulkan guna merumuskan ekonomi gotong royong yang akan dibawa ke dalam Kongres V PDIP pada Agustus 2019.

Politikus PDIP Mindo Sianipar mengatakan, pihaknya sangat berkomitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan memperbanyak kerja sama dengan semangat gotong royong.

Ia menilai, peningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan bisa terwujud bila pemerintah mengembangkan program kemitraan pemerintah dengan rakyat serta meningkatkan lembaga ekonomi kekuatan berbasis masyarakat.

"Ini kami harapkan memberi masukan," kata Mindo.

Sejumlah ekonomi hadir dalam FGD ini seperti Ketua Majelis Pakar Dewan Koperasi Indonesia Teguh Boediyana, Peneliti Utama Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian Pantjar Simatupang, dan Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi.

PDIP gelar focus group discussion (FGD) dengan tema Ekonomi Kerakyatan Berdasarkan Ekonomi Gotong Royong di DPP PDIP, Diponegoro, Jakarta, Kamis (4/7/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Mindo memaparkan, jalan perubahan untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong dapat ditempuh dengan sembilan misi.

Kesembilan misi itu, antara lain peningkatan kualitas manusia Indonesia, struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing, pembangunan yang merata, mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Kemudian, kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa, penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya, perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga, pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya, serta sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan.

"Sembilan misi ini merupakan percepatan, pengembangan dan pemajuan Nawacita I dengan konsisten menerapkan trisakti sebagai pijakan strategis operasional dengan senantiasa mengutamakan pembangunan manusia," tutur Mindo.


Baca Juga : Cerita Megawati Menolak Masuk Golkar di Era Orde Baru

Ia mengatakan, struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing akan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan reformasi yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi.

"Dengan fondasi tersebut, pada periode kedua pemerintahan, kita akan teruskan dengan upaya membuat perekonomian menjadi lebih kokoh, produktif, mandiri dan berdaya saing sehingga mampu membuka lebih banyak lagi lapangan kerja, menekan tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan dan mengurangi kesenjangan," tuturnya.


Baca Juga : PDIP Percepat Penyelenggaraan Kongres V di Bali

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini