nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpora Kembali Diagendakan Jadi Saksi Kasus Suap Dana Hibah

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 22:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 03 337 2074327 menpora-kembali-diagendakan-jadi-saksi-kasus-suap-dana-hibah-JEY4q489k5.jpg Imam Nahrawi

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kembali diagendakan untuk dihadirkan sebagai saksi terkait suap dana hibah dari Pemerintah untuk KONI di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, esok hari.

Selain itu, Jaksa penuntut umum KPK juga mengagendakan memanggil Staf Ahli Imam, Miftahul Ulum dalam sidang tersebut. Mereka berdua akan menjadi saksi untuk terdakwa Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto.

"Semestinya kalau sudah dipanggil oleh penuntut umum untuk hadiri sidang itu bisa hadir ya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikantornya, Jakarta Selaran, Rabu (3/7/2019).

Jaksa penuntut umum KPK, kata Febri, akan menggali keterangan dari Imam dan stafnya terkait dengan proses dan keputusan dari perkara tersebut.

"Agar nanti bisa dijelaskan apa adanya di proses persidangan tersebut baik terkait dengan fakta-fakta dan proses tentang pengajuan proposal ataupun keputusan-keputusan yang diambil dan juga aliran dana," tutur Febri.

Jubir KPK Febri Diansyah

Baca Juga: Hakim Sebut Menpora Kecipratan Rp11,5 Miliar dari Sekjen KONI

Kendati begitu, Febri mengklaim tidak mengetahui detail materi sidang. "Tapi apa materi besok tentu saya belum bisa menyampaikan," ujar Febri.

Sebelumnya, Maj‎elis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyebut Menpora, Imam Nahrawi kecipratan uang Rp11,5 miliar dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy. Hal tersebut terungkap dalam amar putusan Ending Hamidy.

Dalam amar putusan Ending Hamidy, terungkap adanya pemberian uang Rp11,5 miliar untuk Asisten Pribadi (Aspri) Imam Nahrawi, ‎Miftahul Ulum dan Staf Keprotolan Kemenpora, Arief Susanto. Uang tersebut diyakini untuk kebutuhan Imam Nahrawi meskipun pernah dibantah oleh ketiganya.

Hakim merincikan bahwa Miftahul Ulum pernah menerima uang Rp2 miliar pada Maret 2018 di kantor KONI. Ulum juga terbukti menerima Rp500 juta pada Februari 2018 di ruang kerja Sekjen KONI.

Kemudian, sambung Majelis Hakim, ‎Arief Susanto pernah menerima Rp3 miliar. Ulum kembali menerima uang di ruang Sekjen KONI pada Mei 2018 sebesar Rp3 miliar. Selanjutnya, Ulum juga menerima uang Rp3 miliar dalam pecahan mata uang asing di Lapangan Tenis Kemenpora pada 2018.

Miftahul Ulum, Arief Susanto, dan Imam Nahrawi sebelumnya sempat membanta‎h rincian uang tersebut. Ketiganya membantah menerima uang dari KONI.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini