nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Jaksa Dicopot Jabatannya, KPK Harap Kejagung Tetap Kooperatif

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 16:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 03 337 2074190 3-jaksa-dicopot-jabatannya-kpk-harap-kejagung-tetap-kooperatif-hsmK6kDqoC.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi mencopot tiga Jaksa dari jabatan strukturalnya setelah ikut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dengan kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Melihat hal itu, KPK memberikan apresiasi kepada Korps Adhyaksa dalam mengambil sikap tegas terhadap jajarannya yang diduga kuat melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat penegak hukum.

"KPK tetap menghargai Kejaksaan dalam melakukan beberapa langkah tersebut. Kami menyimak penyampaian informasi dari Kejaksaan Agung. Saya kira tindakan cepat yang dilakukan tersebut memang perlu dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Adapun ketiga Jaksa yang dicopot dari jabatannya, yakni Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI, Agus Winoto, Kasubsi Penuntutan pada Kejati DKI, Yadi Herdianto dan Kasi Kamnegtibum TPUL Kejati DKI, Yuniar Sinar Pamungkas.

Barang bukti OTT Kejati DKI

Baca juga: Khofifah Bantah Rekomendasikan Haris Hasanuddin Jadi Kakanwil Kemenag Jatim

Kendati mengapresiasi, KPK tetap berharap kepada lembaga yang dikomandoi oleh M Prasetyo itu tetap bersikap kooperatif terkait penyidikan perkara ini. Mengingat, Aspidum Kejati DKI Agus Winoto saat ini sedang berproses di lembaga antirasuah.

"Dalam proses Penyidikan yang sedang ditangani KPK saat ini, nanti tentu kami juga membutuhkan kerjasama dan bantuan dari Kejaksaan. Baik terkait bukti dokumen ataupun pemeriksaan saksi dari Kejaksaan," ujar Febri.

Terkait dengan dua jaksa, Febri menjelaskan, memang menurut KPK mereka tidak masuk kualifikasi sebagai tersangka dalam kasus yang ditangani KPK. Oeh karena itulah, posisi mereka dan 1 orang lainnya hanya sebagai saksi.

"Dalam semua OTT yang dilakukan KPK memang tidak semua yang dibawa harus menjadi tersangka, karena ada sejumlah pihak yang memang perlu diamankan untuk kebutuhan klarifikasi cepat saat OTT," tutur Febri.

Sehingga, kata Febri, bagi KPK pun sejauh ini tiga orang tersebut yang terdiri dari satu pengacara dan dua jaksa memang bukan tersangka dalam kasus ini. Kapasitas mereka adalah sebagai saksi.

"Sebagai penegak hukum, KPK ataupun Kejaksaan tentu juga tidak boleh memaksakan orang tertentu untuk menjadi tersangka padahal perbuatan mereka tidak demikian," ucap Febri.

KPK telah menetapkan pengacara Suherman, pengusaha Sendy Perico, dan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI, Agus Winoto sebagai tersangka ‚Äékasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Awalnya, KPK juga mengamankan dua oknum Jaksa lainnya yakni, Kasubsi Penuntutan pada Kejati DKI, Yadi Herdianto dan Kasi Kamnegtibum TPUL Kejati DKI, Yuniar Sinar Pamungkas dalam OTT. Namun, keduanya diserahkan oleh KPK ke Kejagung. Keduanya bakal diproses secara etik di Kejagung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini