Khofifah Bantah Rekomendasikan Haris Hasanuddin Jadi Kakanwil Kemenag Jatim

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 03 Juli 2019 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 337 2074152 khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim-Z4NE9L0WpJ.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membantah telah memberikan rekomendasi kepada eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi agar Haris Hasanuddin dijadikan sebagai Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Khofifah ketika dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan suap suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

"Tidak (pernah merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemenag Jatim)," kata Khofifah menjawab pertanyaan Jaksa penuntut umum KPK di persidangan.

Kendati demikian, Politikus PKB itu mengaku memang pernah menanyakan kelanjutan dari pelantikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemenag di Jatim kepada Romi.

Namun, Khofifah menekankan, hal itu hanya menyampaikan pesan dari pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, Kiai Asep Saifuddin Halim agar menanyakan soal pelantikan dari Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil.

"Ada WA di awal Februari. isinya meminta saya hadir pada kampanye 10 April. Saya bilang ya Insya Allah saya akan hadir. Kemudian karena saya diminta oleh Kiai Asep menanyakan bahwa Pak Haris sesunggungnya sudah selesai dan kenapa tidak dilantik. Saya diminta tanya," papar Khofifah.

Khofifah

(Baca Juga: Khofifah Jawab soal Kedekatan Dengan Para Terdakwa Kasus Jual-Beli Jabatan Kemenag)

Khofifah menjelaskan, maksud dari Kiai Asep hanya sebatas menanyakan kelanjutan dari proses pemilihan tersebut. Mengingat, Haris telah terpilih namun belum dilantik.

Sehingga, ketika melakukan percakapan dengan Romi, Khofifah menyampaikan pesan Kiai Asep yang takut nantinya proses pelantikan dari Haris "masuk angin".

"Kebetulan mas Romi WA, jadi saya jawab di WA itu 'awas kanginan' (masuk angin)," ujar Khofifah.

Dalam perkara ini, Romi menyeret Khofifah dan pengasuh Ponpes, Kiai Asep Saifuddin Halim sebagai salah satu orang yang merekomendasikan Haris Hasanuddin.

Romi menyatakan bahwa mendapat masukan dari Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin terkait kelayakan Haris Hasanuddin dalam seleksi ‎promosi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris tidak layak menjadi Kakanwil Kemenag Jatim karena terkena sanksi disiplin.

"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya. Beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'Mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang kerjanya bagus," ungkap Romi saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Maret 2019, lalu.

Khofifah

Nama Khofifah kembali muncul ketika Menteri Agama (Menag)‎, Lukman Hakim Saifuddin‎ bersaksi‎ di sidang perkara dugaan suap jual-beli jabatan digelar pada Rabu, 2 Juni 2019. Saat itu, Menag mengakui bahwa Romi pernah mendapat aspirasi dari Khofifah terkait Haris Hasanuddin.

"Yang terkait dengan saudara Haris, seinget saya saudara Romahurmuziy pernah menyampaikan kepada saya itu mendapat semacam rekomendasi dari pejabat, Gubernur Jatim beberapa tokoh ulama memberi apresiasi saudara Haris. Itu hanya sebagai saran dan masukan," kata Lukman Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini