Haris Hasanuddin Lobi Romy untuk Dijadikan Kakanwil Kemenag Jatim

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 03 Juli 2019 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 337 2074111 haris-hasanuddin-minta-lobi-ke-romy-dijadikan-kakanwil-kemenag-jatim-CCjbv5gn4j.jpg ilustrasi

JAKARTA - Ketua DPW PPP Jawa Timur (Jatim) Musyaffa Noer mengaku ada lobi-lobi dari terdakwa Haris Hasanuddin untuk dikomunikasikan ke eks Ketum PPP Romahurmuziy atau Romi agar dijadikan Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kementerian Agama Jawa Timur.

Hal itu diungkap oleh Musyaffa saat dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan suap suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

"Pertama silaturahim, kedua minta bantuan untuk disampaikan kepada Pak Rommy beliau minta jadi KaKanwil," kata Musyaffa.

Musyaffa menjelaskan, alasan Haris meminta tolong kepada dirinya agar melobi dari Romi. Ketika itu Haris berpandangan bahwa, Musyaffa memiliki kedekatan satu sama lain di dalam internal Partai PPP.

"Loh kok ke saya, terus beliau jawab kan bapak dekat dengan pak Romi, saya jawab deketnya kan sebagai struktur partai. Saya sampaikan saya usahakan," ujar dia.

Ilustrasi

Baca Juga: Menag Akui Haris Hasanuddin Cocok Jabat Kakanwil Jatim, tapi Bantah Lakukan Intervensi

Musyaffa pun mengakui bahwa telah menyampaikan keinginan dari Haris kepada Romi. Namun, dia mengklaim bahwa, tidak ada respon dari proses komunikasinya itu.

Alhasil, setelah adanya komunikasi itu, Musyaffa mengakui kembali bertemu dengan Haris disalah satu Kafe. Pada kesempata itu, dia menyampaikan, bahwa Romi tidak merespon keinginannya itu.

"Ada, pertemuan di salah satu kafe. Saya sampaikan bahwa tidak ada respon dari Pak Romi. Terus tanggapannya ya sudah," tutur dia.

Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muafaq Wirahadi didakwa oleh Jaksa penuntut umum pada KPK telah menyuap anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

Selain Romahurmuziy, Haris H‎asanuddin juga didakwa menyuap Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin. Haris didakwa menyuap Romahurmuziy dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta untuk mendapatkan jabatan atau posisi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Menurut Jaksa, Romi dan Lukman mempunyai peran melakukan Intervensi terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.‎ Sehingga, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Atas perbuatannya, Haris Hasanuddin didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini