Forum Komunikasi Pendiri & Deklarator Partai Demokrat Minta Kongres Dipercepat

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 02 Juli 2019 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 02 337 2073792 forum-komunikasi-pendiri-deklarator-partai-demokrat-minta-kongres-dipercepat-0oFFzzGVWe.jpg Pendiri Partai Demokrat (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Salah satu pendiri Partai Demokrat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, Hengky Luntungan meminta partainya untuk segera mempercepat pelaksanaan kongres.

Hengky mengatakan, ada beberapa alasan mengapa kongres partai berlambang Mercy itu harus dipercepat. Pertama Dia menilai bahwa Ketua Umum Partai Demokrat itu gagal membawa kemajuan partai selama memimpin dua periode 2014-2019.

"Kedua, hasil kerja pada periode pertama gagal dari 20,40 persen menajdi 10,19 persen atau suara hilang lebih dari 50 persen," kata Hengky saat jumpa pers di, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Partai Demokrat

(Baca Juga: Partai Demokrat Segera Putuskan Nasib Max Sopacua Terkait Dorongan KLB)

Ketiga lanjutnya, hasil kerja Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode kedua gagal menjadi 7,7 persen dari sebelumnya 10,19 persen.

"Keempat bapak SBY, telah menjalankan manajemen Partai Demokrat dengan melanggar beberapa kriteria yang disebut Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), pada hasil kongres Bali 2013, melanggar AD/ART kongres Surabaya 2010, menjadikan Partai Demokrat menjadi partai dinasti," ungkapnya.

Presiden RI ke-6 itu juga dianggap tidak menjalankan norma-norma kepemimpinan partai sebagaimana mestinya. Ia juga dianggap telah menyebarkan kabar bohong tentang pendiri dan deklarator Partai Demokrat.

"Juga (kepada) seluruh kader Partai Demokrat atas beridrinya Partai Demokrat. Sehingga bapak SBY mencoba menjadikan Partai Demokrat menjadi partai tokoh. Dan dirinya menjadi tokoh Partai Demokrat sebagai pemilik Partai Demokrat," terangnya.

Selain itu tambah Hengky, SBY juga dinilai telah menjalankan sistem dinasti di dalam tubuh partai dan sering melakukan manajemen konflik diantara internal Partai Demokrat atau menyingkirkan pejuang Partai Demokrat yang telah berjasa pada saat berdirinya Partai Demokrat.

"Sikap pendiri dan deklarator senior Partai Demokrat pertama SBY bukanlah pendiri Partak Demokrat apalagi memilikinya. Ini perlu dijelaskan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini