nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentolan Jamaah Islamiyah yang Ditangkap Densus 88 Ternyata Lulusan Universitas Ternama di Jawa

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 08:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 02 337 2073447 pentolan-jamaah-islamiyah-yang-ditangkap-densus-88-ternyata-lulusan-universitas-ternama-di-jawa-iXHIGZJHAD.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Terduga teroris Para Wijayanto alias Abang alias Adji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arief alias Ahmad Fauzi yang merupakan amir atau pentolan dari kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI), ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Terduga teroris tersebut ternyata lulusan Sarjana S1 Teknik Sipil dari sebuah universitas ternama di Jawa.

Selain itu, Para Wijayanto pernah mengikuti pelatihan militer di Moro, Filipina. Ia juga aktif dalam kegiatan organisasi Jamaah Islamiyah.

"Yang bersangkutan alumni pelatihan militer di Moro angkatan 2000. Yang bersangkutan aktif dalam struktur organisasi JI," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Dedi menyatakan, terduga merupakan lulusan Sarjana S-1 Teknik Sipil dari sebuah universitas ternama di Jawa. Dari sisi intelektual, bisa dikatakan dia memiliki kompetensi mumpuni. Bahkan, kata Dedi, pelaku juga masuk dalam kategori terduga teroris yang ahli dalam merakit bom, kemampuan intelejen hingga militer.

ilustrasi penangkapan terduga terorisme. (Dok Okezone)

"Yang bersangkutan aktif dalam berbagai macam kegiatan terorisme di Indonesia. Mulai kasus Bom Bali, tahun 2000 ada bom malam Natal, kemudian bom Kedutaan Besar Australia, dan yang bersangkutan aktif pada kerusuhan di Poso 2005 sampai 2007," ujar Dedi.

Dengan segudang pengalaman dan kemampuan itu, dikatakan Dedi, Para Wijayanto akhirnya diangkat menjadi pentolan JI. Mengingat, keahliannya di atas para anggota kelompok lainnya.


Baca Juga : Rekam Aksi Teror Para Wijayanto Si Pentolan Jamaah Islamiyah di Indonesia

Apalagi, soal kemampuan intelijennya yang sampai digunakan sebagai pemberi masukan kegiatan kelompoknya di Poso sekaligus memetakan suplai senjata ke Mujahidin Indonesia Timur.

"Yang bersangkutan menyita sekitar 1 ton bahan peledak dan bom di Sukoharjo. Yang bersangkutan juga saat kerusuhan di Poso sebagai pendukung operasional maupun logistik selama 2005-2007," kata dia.


Baca Juga : Polri: Pentolan Jamaah Islamiyah Sudah 6 Kali Kirim Anggotanya ke Suriah

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini