nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Depan Wakil Rakyat, Ketua KPK Berjanji Bakal Tuntaskan Kasus RJ Lino

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 01 Juli 2019 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 01 337 2073190 di-depan-wakil-rakyat-ketua-kpk-berjanji-bakal-tuntaskan-kasus-rj-lino-jDk4fXIGVD.jpg RJ Lino (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo memaparkan perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010 yang menyeret mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino atau RJ Lino.

Agus mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melimpahkan kasus yang sudah berjalan selama empat tahun tersebut ke pengadilan tipikor.

"Hari ini ada kemajuan yang sangat signifikan, masalah utama dari Pak Lino adalah perhitungan kerugian keuangan negara. Nah hari ini sudah ada kesepatan dari ahli dan temen temen BPK. Kami harapkan dalam sebulan terakhir ini akan selesai, masalahnya kalau sudah selesai kan langsung bisa dilimpahkan ke Tipikor," kata Agus saat RDP di Komisi III DPR, Senin (1/7/2019).

 Baca juga: Terkait Kasus RJ Lino, KPK Akui Terganjal Penghitungan Kerugian Negara

korupsi

Dalam kasus ini, Lino diduga melakukan penunjukan langsung pengadaan alat QCC. Pada kasus dugaan korupsi ini, Lino diduga meraup keuntungan lantaran menunjuk langsung perusahaan asal China Wuxi Huangdong Heavy Machinery untuk pengadaannya. Dari kasus ini diduga banyak aliran uang yang masuk ke kantongnya.

 Baca juga: Mantan Anak Buah RJ Lino Kembali Diperiksa KPK Terkait Korupsi di Pelindo

Untuk menangani perkara ini KPK sendiri kata Agus sudah mengeluarkan Mutual Legal Assistance (MLA) untuk menghitung langsung besar kerugian negara di China. Namun, hal itu tidak disetujui.

"Sudah kami jelaskan pada waktu yang lalu, pada waktu kami ingin menghitung itu, di China. Pada waktu itu MLA yang sudah kita keluarkan tidak pernah disetujui pemerintah Cina, hingga kami menempuh cara lain, yaitu untuk mempergunakan ahli dan tim dari BPK untuk menghitung keuangan negaranya itu, itu khusus Pak Lino," paparnya.

Namun Agus berjanji akan segera menuntaskan kasus tersebut begitu juga dengan kasus lain sebelum jabatannya usai di KPK.

"Kami berusaha sebelum kami selesai, beberapa kasus yang menjadi perhatian masyarakat dan beberapa kasus yang cukup besar itu bisa kami selesaikan," terangnya.

Diketahui, Lino ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Desember 2015 atas dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada 2010 kepada perusahaan asal China, Wuxi Huangdong Heavy Machinery yang merugikan negara hingga Rp60 miliar.

Atas perbuatannya, Lino disangkakan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini