2 Kejati DKI yang Kena OTT Dikembalikan ke Kejagung, Ini Alasan KPK

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 01 Juli 2019 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 01 337 2073115 2-kejati-dki-yang-kena-ott-dikembalikan-ke-kejagung-ini-alasan-kpk-QgVKAWORH5.jpg Ketua KPK, Agus Raharjo. (Foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA - Dua pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta yang sempat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK diserahkan penanganannya ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Sedangkan tiga orang lagi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tetap disidik oleh KPK.

Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan, penyerahan dua pejabat Kejati DKI Jakarta itu dilakukan lantaran ada dua kasus berbeda. "Jadi gini, itu ada dua kasus yang berbeda, kasus OTT-nya kan langsung ditangani," kata Agus di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (1/7/2019).

Agus menjelaskan, pada saat OTT pihaknya menemukan indikasi kasus lain yang melibatkan kedua pejabat Kejati tersebut. Keduanya tidak terlibat langsung dengan OTT terkait kasus dugaan suap dalam penanganan perkara penipuan investasi sebesar Rp11 miliar tahun 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

"Nah dalam waktu yang sama kita menemukan ada indikasi kasus yang itu memerlukan penyelidikan lebih lanjut, jadi bukan kasus OTT-nya sendiri," kata dia.

(Baca juga: Kasus 2 Jaksa Terciduk KPK Ditangani Kejagung, ICW Sebut Bagian dari Intervensi)

Untuk itu lanjutnya, dalam temuan kasus tersebut pihaknya melibatkan Kejagung sebagaimana sesuai dengan fungsi KPK yakni koordinasi dan supervisi.

"Nah dua-duanya kita akan kerjasama dengan Kejagung. Karena pada waktu kita proses pertama pun waktu OTT kita banyak dibantu tahu kan ada Kasinya sudah ke Halim, kemudian ada yang menjemput adalah temen-temen Jamintel Kejagung, kemudian Aspidumnya juga diantarkan Jamwas ke KPK, jadi dari awal kan udah kerjasama jadi jangan di balik-balik kita seolah olah menyerahkan," tegasnya.

Terkait kasus tersebut, KPK masih perlu melakukan pendalaman terkait adanya dugaan keterlibatan kedua kejaksaan tersebut. "Ya kita untuk kasus berikutnya yang belum jelas tapi ada beberapa bukti yang kita temukan, kita akan kerjasama," ujarnya.

Kasus OTT, KPK Tetapkan Aspidum Kejati DKI Jakarta Menjadi Tersangka

Sebelumnya pada Jumat 28 Juni 2019, tim penindakan KPK menjaring lima orang dalam OTT. Kelima orang itu adalah adalah pengacara Sukiman Sugita (SSG); kuasa hukum Sendy Perico, Alvin Suherman (AVS); pihak swasta Ruskian Suherman (RSU); Yadi Herdianto; dan Yuniar Sinar Pamungkas.

Mereka diamankan terkait kasus dugaan suap dalam penanganan perkara penipuan investasi sebesar Rp11 miliar tahun 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

KPK kemudian menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu adalah Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto (AGW), Sendy Perico dan Alvin Suherman. Sementara itu Yadi Herdianto dan Yuniar Sinar diserahkan ke Kejagung

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini