KPK Bantah Kasus Suap Aspidum Kejati DKI Dilimpah ke Kejaksaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 01 Juli 2019 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 01 337 2073092 kpk-bantah-kasus-suap-aspidum-kejati-dki-dilimpah-ke-kejaksaan-0ZT0ZfLIZ2.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA ‎- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal isu pelimpahan penanganan kasus dugaan suap yang menyeret Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI, Agus Winoto ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menegaskan bahwa pihaknya masih menangani kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang menjerat Agus Winoto. KPK membantah kabar yang menyebut kasus ini dilimpahkan ke Kejagung.

"Sebagai penjelasan tambahan atas berbagai pertanyaan, apakah benar KPK telah melimpahkan penyidikan perkara ini, perlu kami sampaikan bahwa perkara ini ditangani KPK sejak proses Penyelidikan hingga Penyidikan sekarang. Jadi tidak benar jika disebut, KPK menyerahkan atau melimpahkan Penyidikan ke Kejaksaan," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

 Korupsi

Febri menjelaskan, pihaknya memang membutuhkan kerja sama dengan Kejaksaan Agung terkait penanganan perkara ini. Untuk itu, koordinasi dan kerja sama antara KPK dan Kejaksaan akan terus dijalin untuk mengusut kasus ini.

"Dalam pertemuan dengan pihak Kejaksaan sebelumnya hal tersebut juga dibahas, KPK dan Kejaksaan akan tetap menjalin kerjasama dalam berbagai hal, termasuk konteks perkara ini," katanya.

Sekadar informasi, KPK mengamankan lima orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 26 Juni 2019. Lima orang tersebut, yakni dua pengacara bernama Sukiman Sugita dan Alvin Suherman; Kasubsi Penuntutan Kejati DKI, Yadi Herdianto; Kasie Kamnegtibum TPUL Kejati DKI, Yuniar Sinar Pamungkas dan seorang swasta bernama Ruslian Suherman.

Dari proses pemeriksaan intensif terhadap lima orang tersebut dan gelar perkara yang dilakukan, KPK menetapkan Agus Winoto, Alvin Suherman serta Sendy Perico sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di PN Jakbar.

Agus Winoto sendiri tidak ikut diamankan dalam OTT tersebut. Agus Winoto diantar oleh Jamintel Kejagung ke KPK untuk diproses lebih lanjut yang kemudian dilakukan penahanan.

 korusi

Sementara dua Jaksa yang sempat diamankan yakni, ‎Yadi dan Yuniar diserahkan ke Kejagung untuk diproses. Menurut Febri, tidak semua pihak yang diamankan dalam OTT dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Kata Febri, hanya pihak-pihak yang memiliki bukti permulaan cukup yang kemudian ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.‎ Oleh karenanya, dua oknum Jaksa yang diserahkan ke Kejagung hanya dimintai keterangannya.

"Hal itulah yang kami sebut, KPK percaya Kejaksaan akan profesional menangani atau memproses dua orang tersebut. Komunikasi dan pelaksanaan tugas yang membutuhkan koordinasi dan supervisi antara KPK dan Kejaksaan tidak akan terganggu dan akan terus berlanjut. KPK juga sangat terbuka jika dibutuhkan dukungan melakukan upaya Pencegahan korupsi, baik di Kejaksaan ataupun institusi lainnya," katanya.

KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Ketiganya yakni, Aspidum Kejati DKI, Agus Winoto, pengusaha Sendy Perico, dan seorang pengacara, Alvin Suherman.

Dalam perkara ini, Agus Winoto diduga menerima suap sebesar Rp200 juta dari Sendy Perico yang dibantu atau diperantarai lewat Alvin Suherman. Diduga, pemberian suap tersebut untuk meminta pemberatan hukuman terhadap pihak lawan Sendy Perico dalam perkara penipuan investasi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini