Penyuap Aspidum Kejati DKI Ditahan KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 01 Juli 2019 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 01 337 2073026 penyuap-aspidum-kejati-dki-ditahan-kpk-WknQvWiom4.jpg Aspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan pengusaha Sendy Perico (SPE) usai diperiksa sebagai tersangka. Sendy Perico merupakan penyuap Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Agus Winoto.

Sendy Perico ditahan untuk masa penahanan pertamanya selama 20 hari ke depan. Dia ditahan pada Minggu, 30 Juni 2019, malam di Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih KPK, Jalan Ku‎ningan Persada, Kavling K4, Jakarta Selatan.

"Setelah proses pemeriksaan dilakukan penahanan 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di belakang gedung merah putih KPK," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

Sebelumnya, Sendy buron usai ditetapkan sebagai tersangka penyuap Aspidum Kejati DKI. Namun, Sendy langsung menyerahkan diri ke lembaga antirasuah pada Minggu, 30 Juni 2019‎. Dia pun diperiksa intensif dan langsung ditahan pada malam tadi.

Menurut Febri, proses penegakan hukum terhadap kasus ini tetap berjalan. Penyidikan terkait penanganan kasus ini, sambungnya, bekerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Dalam pertemuan dengan pihak Kejaksaan sebelumnya hal tersebut juga dibahas, KPK dan Kejaksaan akan tetap menjalin kerjasama dalam berbagai hal, termasuk konteks perkara ini," tuturnya.


Baca Juga : Penyuap Aspidum Kejati DKI Menyerahkan Diri ke KPK

KPK sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Ketiganya ialah Aspidum Kejati DKI, Agus Winoto, pengusaha Sendy Perico, dan seorang pengacara, Alvin Suherman.

Dalam perkara ini, Agus Winoto diduga menerima suap Rp200 juta dari Sendy Perico yang dibantu atau diperantarai lewat Alvin Suherman. Diduga, pemberian suap tersebut untuk meminta pemberatan hukuman terhadap pihak lawan Sendy Perico dalam perkara penipuan investasi.


Baca Juga : Soal OTT 2 Jaksa, DPR Sebut Koordinasi KPK dan Kejagung Sudah Baik

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini