nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gagal Pastikan Kejaksaan Bebas Korupsi, ICW: Jaksa Agung Sebaiknya Mundur!

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 30 Juni 2019 17:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 30 337 2072790 gagal-pastikan-kejaksaan-bebas-korupsi-icw-jaksa-agung-sebaiknya-mundur-HNQZFru4z2.JPG Jaksa Agung, HM Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai Jaksa Agung, M Prasetyo gagal memenuhi ekspektasi publik guna memastikan bahwa Korps Adhyaksa bersih dari oknum jaksa berperilaku korup. Kritikan itu terlontar menyusul terciduknya dua oknum jaksa dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 28 Juni 2019 lalu.

"Jaksa Agung harus bertanggungjawab atas kejadian korupsi di tubuh Kejaksaan. Karena peristiwa ini sudah berulang, maka Jaksa Agung sebaiknya mengundurkan diri karena telah gagal memastikan Kejaksaan bebas dari korupsi," ucap peneliti ICW, Kurnia Ramadhana saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Selain itu lanjut Kurnia, ICW juga mengkritisi penanganan kasus dua oknum jaksa tersebut yang justru ditangani oleh Kejagung. "Tidak boleh ada intervensi dari lembaga manapun untuk penanganan kasus korupsi, termasuk dari institusi Kejaksaan. Pasalnya, KPK merupakan lembaga negara yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun," tuturnya.

Menurutnya, apabila dalam penanganan perkara ada pihak yang mencoba mengintervensi, kendati berasal dari sesama penegak hukum, maka dapat dianggap sebagai upaya menghalang-halangi proses penegakan hukum (obstruction of justice). "Bisa kena ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun," ujar Kurnia.

Oknum Jaksa Terciduk KPK

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Jumat, 28 Juni 2019 terhadap lima orang. Mereka terdiri dari dua jaksa, dua pengacara, dan satu pihak swasta. KPK juga menyita uang sekira SGD21.000 dari operasi senyap tersebut.‎ Namun, jumlahnya masih bisa berkembang jumlah karena dalam proses penghitungan.

Penyidik lembaga antirasuah itu telah menetapkan pengacara Suherman, pengusaha Sendy Perico, dan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI, Agus Winoto sebagai tersangka ‎kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Awalnya, KPK juga mengamankan dua oknum jaksa lainnya yakni, Kasubsi Penuntutan pada Kejati DKI, Yadi Herdianto dan Kasi Kamnegtibum TPUL Kejati DKI, Yuniar Sinar Pamungkas dalam OTT. Namun, keduanya diserahkan oleh KPK ke Kejagung. Keduanya bakal diproses secara etik di lembaga pimpinan M Prasetyo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini