KPK Minta Sendy Perico Penyuap Aspidum Kejati DKI Serahkan Diri!

Fadel Prayoga, Okezone · Minggu 30 Juni 2019 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 30 337 2072693 kpk-minta-sendy-perico-penyuap-aspidum-kejati-dki-serahkan-diri-zMpWpl54HU.jpg Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Hafidz Mubarak/ANTARA)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta kepada pengusaha Sendy Perico segera menyerahkan diri. Sendy Perico adalah tersangka penyuap Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Agus Winoto.

"Kami juga mengimbau kepada Sendy Perico untuk segera menyerahkan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (29/6).

Sendy Perico adalah pengusaha yang sedang berperkara penipuan investasi sebesar Rp11 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dia diduga menyuap Agus Winoto.

Suap itu diduga diberikan untuk menyogok jaksa penuntut umum (JPU) agar memperberat tuntutan kepada terdakwa yang telah menipu Sendy Perico.

 OTT Kejati DKI

Saat persidangan akan memasuki tahap penuntutan, Sendy Perico dan terdakwa penipunya memutuskan untuk berdamai. Setelah proses perdamaian selesai, pada 22 Mei 2019, pihak yang ia tuntut meminta kepada Sendy agar tuntutannya hanya satu tahun.

Menurut KPK, Sendy meminta kuasa hukumnya, Alvin Suherman untuk mendekati JPU melalui seorang perantara. Sang perantara yang tidak disebutkan identitasnya oleh KPK memberi informasi kepada Alvin kalau JPU berencana menuntut penipu Sendy selama dua tahun.

(Baca juga: Aspidum Kejati DKI Agus Winoto Diduga Terima Suap Rp200 Juta)

Laode mengatakan Alvin diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun.

Setelah mengetahui informasi itu, Sendy dan Alvin berjanji menyerahkan uang panas itu pada Jumat 28 Juni 2019 sebelum sidang tuntutan yang dijadwalkan Senin 1 Juli 2019.

Kemudian, pada Jumat pagi Sendy menuju sebuah bank dan meminta pihak swasta Ruskian Suherman mengantar uang ke Alvin di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kemudian Ruskian mendatangi Alvin “untuk menyerahkan uang Rp200 juta yang ia bungkus dalam sebuah kantong kresek berwarna hitam."

(Baca juga: Dua Pejabat Kejati DKI yang Sempat Terjaring OTT KPK Diserahkan ke Kejagung)

Selanjutnya, Alvin menemui Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta Yadi Herdianto (YHE) untuk menyerahkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian.

"Dari YHE, uang diduga diberikan kepada AGW sebagai Aspidum yang memiliki kewenangan untuk menyetujui rencana penuntutan dalam kasus ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini