Share

Hari Ini, Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dan Agenda KTT G20 di Osaka

Fakhri Rezy, Okezone · Sabtu 29 Juni 2019 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 29 337 2072475 hari-ini-jokowi-gelar-pertemuan-bilateral-dan-agenda-ktt-g20-di-osaka-oSq5AvNr4N.jpg Jokowi dapat ucapan di KTT G20 Osaka (Biro Pers)

OSAKA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melaksanakan serangkaian pertemuan bilateral dan agenda forum konferensi tingkat tinggi G20 di Osaka, Jepang hari ini. Pertemuan bilateral yang akan dilakukan Presiden Jokowi akan dilaksanakan di Hotel New Otani dan arena G20 Intex.

Sebelumnya, dua pertemuan bilateral telah dilaksanakan oleh Presiden Jokowi yakni bertemu Presiden Korea Moon Jae-In dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

 Baca juga: Presiden Jokowi Usulkan IDEA Hub di KTT G-20

Mengutip laman setkab, Sabtu (29/6/2019), usai menghadiri pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin G20 dan Forum KTT, Presiden Jokowi dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada hari Sabtu (29/6/2019) siang.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam rangkaian G20 di antaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.

 Jokowi di G-20

Risiko Perang Dagang

Sementara itu, hal penting yang mengemuka dalam forum G-20 adalah mengenai isu perang dagang antara Amerika Serikat dan RRT.

 Baca juga: Tunggu KTT G20, Jokowi Dapat Permen dari Trump saat Ngobrol Santai

Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde di forum G-20, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers di Hotel New Otani, Osaka, Jumat (28/6) menyampaikan dengan adanya risiko perang dagang ini pertumbuhan ekonomi dunia akan turun sebesar 0,5 %.

“Dengan demikian yang tahun sudah 3,5 persen tahun depan yang diharapkan bisa lebih baik jadi 3,6. Kalau perang dagang ini akan terus berjalan maka pertumbuhannya hanya akan mencapai 3,1 persen,” ujar Menkeu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini