nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Massa Aksi Berbendera Kuning Bubar Usai Tuntutannya Diterima Komnas HAM

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 16:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 28 337 2072202 massa-aksi-berbendera-kuning-bubar-usai-tuntutannya-diterima-komnas-ham-lop2W7qZgB.jpg Massa berbendera kuning demo di depan Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakpus, Jumat (28/6/2019). (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Massa dari berbagai elemen menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini. Mereka menggelar aksi demonstrasi dengan membawa bendera kuning untuk menuntut penuntasan kasus tewasnya ratusan petugas pemilu dan korban kerusuhan 21-22 Mei.

Komnas ‎HAM menerima sejumlah perwakilan dari massa aksi untuk berdialog terkait tindaklanjut penuntasan kerusuhan 21-22 Mei dan tewasnya ratusan petugas pemilu. Sejumlah perwakilan yang berdiskusi dengan Komnas HAM dia ntaranya, yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Asep Saefudin dan Presidium GNPF Ulama, Edi Mulyadi.

Diterima Komnas HAM, Perwakilan Massa Diskusi Pengusutan Korban Aksi 21-22 Mei di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakpus, Jumat (28/6/2019). (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

Perwakilan massa tersebut menyampaikan tuntutannya ke Komnas HAM. Komnas HAM menerima aspirasi dari para perwakilan massa dan menyatakan sedang melakukan proses investigasi. Sementara ratusan demonstran masih berada di depan kantor Komnas HAM.


Baca Juga : Massa Berbendera Kuning Demo di Komnas HAM Pasca-Putusan MK

Usai menyampaikan tuntutannya, Ustaz Asep Saefuddin ‎meminta massa aksi yang masih bertahan untuk membubarkan diri. "Kami sudah sampaikan semua tuntutan kepada Komnas HAM.‎ Silakan bubarkan diri," kata Asep menggunakan pengeras suara di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Massa pun berangsur-angsur membubarkan diri dengan tertib sambil memunguti sampah bekas aksi. Jalan Latuharhari yang sempat ditutup imbas aksi tersebut, kembali dibuka oleh pihak kepolisian.


Baca Juga : Diterima Komnas HAM, Perwakilan Massa Bahas Pengusutan Korban Aksi 21-22 Mei

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini