nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Provokasi dan Tebar Hoax, Polisi Tangkap Aktor Propaganda FPI

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 15:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 28 337 2072140 selalu-provokasi-dan-tebar-hoax-polisi-tangkap-aktor-propaganda-fpi-cvoMDCosIs.jpg Ilustrasi Hoax (Foto: Okezone)

JAKARTA - Propaganda Front Pembela Islam (FPI) berinisial AY (32) ditangkap Bareskrim Polri. AY ditangkap lantaran kerap membuat provokasi melalui media sosial Youtube dengan nama Muslim Cyber Army (MCA) dan Instagram dengan nama wb.official.id serta officialwhitebaret.

Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan, akun media sosial Instagram tersangka memiliki 20.000 pengikut, sementara akun Channel Youtube Muslim Cyber Army memiliki 4 juta penonton.

"Tersangka merupakan aktor propaganda FPI yang kerapkali menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian berbau SARA dan menyebarkan berita bohong," kata Rickynaldo, Jumat (28/6/2019).

Rickynaldo menjelaskan, sebagian besar postingan yang diunggah akun tersebut mengandung unsur tindak pidana baik ujaran kebencian, penyebaran informasi palsu atau hoaks maupun penghinaan terhadap pejabat negara.

Baca Juga: Didenda Rp100 Juta, Penyebar Meme PDIP Bayar Pakai Uang Receh Hasil Saweran

Hoax

Namun Ricky tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana penabgkapan tersebut dilakukan. Adapun dalam penangkapan itu, pihaknya mengamankan barang bukti beruoa satu unit laptop, smartphone, dan artibut laskar FPI berupa baju, celana loreng, rompi dan sepatu serta bendera hitam bertuliskan Laa Illaaha Illallah.

"Semua barang bukti itu sudah kami amankan," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau 207 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama penjara 10 Tahun Penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar. (edi)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini