nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalan Hidup Nurul Qomar: Dari Pelawak ke Politik hingga Terjerat Pemalsuan Ijazah

Yunibar, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 17:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 337 2071230 jalan-hidup-nurul-qomar-dari-pelawak-ke-politik-hingga-terjerat-pemalsuan-ijazah-6DTLCIfjpT.jpg Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah Palsu Nurul Qomar saat Berada di Kejari Brebes, Rabu (26/6/2019). (foto: iNews/Yunibar)

JAKARTA – Pelawak kondang Nurul Qomar dijemput paksa Unit Tipiter Satreskrim Polres Brebes dari rumahnya di Talun, Cirebon, Jawa Barat. Pria yang memiliki nama kondang Qomar sempat dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Brebes karena tersandung kasus dugaan pemalsuan ijazah.

Politikus Partai Nasdem ini terjerat kasus dugaan pemalsuan ijazah. Dalam perkara ini, status tersangka bahkan telah disandangnya sejak dua bulan silam. Polisi terpaksa melakukan penjemputan paksa lantaran Qomar mangkir dalam dua kali panggilan pemeriksaan.

Qomar pernah maju dalam pencalonan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi. Dia terpilih untuk masa jabatan periode 2017-2021. Namun di tengah jalan, Qomar mengundurkan diri hingga akhirnya tersangkut persoalan hukum ijazah palsu dalam pencalonan tersebut.

Baca Juga: Kasus P21, Pelawak Nurul Qomar Diserahkan ke Kejaksaan 

Pelawak Nurul Qomar (foto: nurulqomar.com)

Berikut perjalanan Qomar dari panggung hiburan merambah dunia politik hingga menjadi rektor dan kasus hukum dugaan ijazah palsu:

1. Melejit Bersama Grup Lawak Empat Sekawan 

Nama Qomar dikenal masyarakat sebagi pelawak kondang bersama Derry, Eman dan Ginajar. Mereka berempat membentuk grup lawak Empat Sekawan yang acara komedinya tayang di televisi berjudul Lika-Liku Laki-Laki.

2. Terjun ke Dunia Politik 

Qomar memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dia menjadi anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Demokrat tahun 2004-2009. Kariernya berlanjut dan kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014.

Qomar bahkan coba mencalonkan diri sebagai Bupati Cirebon pada Pilkada 2013. Dia ketika itu gagal dan kembali mencoba sebagai wakil bupati pada Pilkada 2018 dan meraih hasil yang sama.

3. Jadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi 

Qomar maju dalam pencalonan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi dan terpilih untuk periode 2017-2021. Namun di tengah jalan memutuskan mengundurkan diri karena ada masalah internal dalam kampus yang dipimpinnya.

4. Tersandung Kasus Dugaan Ijazah Palsu 

Setelah mengundurkan diri, Qomar dilaporkan pihak kampus atas tuduhan memalsukan surat keterangan lulus untuk gelar S-2 dan S-3 saat mendaftarkan diri dalam pencalonan rektor. Polisi yang menerima laporan menindaklanjuti dan menetapkan terlapor sebagai tersangka.

Qomar disangkakan dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

5. Jadi Tersangka dan Terancam 7 Tahun Penjara

Polisi dari Unit Tipiter Satreskrim Polres Brebes menangkap paksa Qomar di rumahnya Talun, Cirebon, Jawa Barat, Senin (24/6/2019) malam. Sebelumnya, penyidik telah melayangkan beberapa kali pemanggilan dan soal penetapan tersangka, namun tak pernah diindahkan.

Tersangka yang diamankan langsung diinapkan di Rumah Tahanan Polres Brebes. Qomar sempat mendekam dibalik jeruji penjara meski kurang dari 24 jam. Dia dijerat dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara atas kasus hukum yangf menjeratnya.

6. Alasan Kesehatan, Qomar Dibebaskan

Qomar dibebaskan dari penjara, pada Selasa 25 Juni 2019. Riwayat kesehatannya menjadi acuan keputusan tersebut berdasarkan rekomendasi Biddokes Polres Brebes.

Baca Juga: Pelawak Nurul Qomar Dibebaskan dari Tahanan karena Asmanya Kambuh 

Qomar diketahui memiliki sakit asma, bahkan atas saran dokter, dia harus melakukan nebu setiap delapan jam sekali.

7. Minta Didoakan

Dengan gayanya yang khas dan tertawa lebar, Qomar meminta untuk didoakan atas kasus yang sedang menjeratnya. Dia enggan diminta keterangan karena telah sepenuhnya menyerahkan persoalan hukum kepada pengacara.

“Saya dan keluarga mohon bantu doa biar persoalan cepat selesai. Saya diberi kesehatan karena asma saya ini fluktuatif,” kata Qomar sambil berlalu meninggalkan awak media di halaman Kejari Brebes, Rabu (26/6/2019).

1
2

Berita Terkait

pemalsuan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini