nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khofifah Kembali Absen Bersaksi di Sidang Jual-Beli Jabatan Kemenag

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 11:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 26 337 2071045 khofifah-kembali-absen-bersaksi-di-sidang-jual-beli-jabatan-kemenag-efPKDMMHfv.jpg Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa kembali ‎absen alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), pada hari ini.

Sedianya, Khofifah dipanggil tim Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi. Berdasarkan informasi yang didapat tim Jaksa, Khofifah tidak dapat memenuhi panggilan karena sedang ada acara pernikahan anaknya.

"Bu Khofifah menyampaikan surat tidak bisa hadir karena acara prosesi pernikahan anaknya," kata Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Awalnya, tim Jaksa berencana menghadirkan sembilan saksi untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq. Namun, hanya tujuh orang yang hadir untuk bersaksi pada persidangan kali ini.

"Yang tidak hadir Bu Khofifah dan Pak Abdurahman, sehingga saksi yang hadir ada tujuh‎ orang," katanya.

Khofifah Indar Parawansa Buka Pameran Badiklit Pensos Expo 2017

Tiga di antara tujuh saksi yang hadir tersebut ialah mantan Ketum PPP, Romahurmuziy; pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Mojokerto, Kiai Asep Saifuddin Halim; serta Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin.

Sebelumnya, Khofifah dipanggil Jaksa KPK untuk dihadirkan dalam persidangan pada Rabu, 19 Juni 2019, pekan lalu. Namun, Khofifah batal bersaksi dengan alasan ada kegiatan yang tak dapat ditinggalkan pada persidangan pekan lalu. Khofifah kembali tidak hadir pada persidangan hari ini.

‎Dalam perkara ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)‎ Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hasanuddin didakwa Jaksa penuntut umum pada KPK telah menyuap anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.


Baca Juga : Menag, Khofifah & Romahurmuziy Bakal Bersaksi di Persidangan Esok Hari

Selain Romahurmuziy, Haris H‎asanuddin juga didakwa menyuap Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin. Haris didakwa menyuap Romahurmuziy dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta untuk mendapatkan jabatan atau posisi sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Menurut Jaksa, Romi dan Lukman mempunyai peran melakukan Intervensi terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.‎ Sehingga, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim.

Atas perbuatannya, Haris Hasanuddin didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.


Baca Juga : Menag Lukman Hakim Penuhi Panggilan Bersaksi di Sidang Jual-Beli Jabatan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini