nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

35 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau, Waspada Bencana Kekeringan!

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 337 2070753 35-persen-wilayah-indonesia-masuki-musim-kemarau-waspada-bencana-kekeringan-tPxElgmHHA.jpg Ilustrasi kekeringan (Arif/Okezone)

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan 35 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi kekeringan terutama di sektor pertanian tadah hujan.

“Monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 35 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 65 persen wilayah masih mengalami musim hujan,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (25/6/2019).

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan bagian tenggara, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

“Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Pada umumnya prospek akumulasi curah hujan 10 harian ke depan, berada pada kategori Rendah (<50 mm dalam 10 hari),” sebut Herizal.

Meski demikin, beberapa daerah masih berpeluang mendapatkan curah hujan kategori memengah dan tinggi.Infografis Kemarau

BMKG memperkirakan curah hujan kriteria menengah (50–150 dalam 10 hari) diprakirakan dapat terjadi di pesisir Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, Jambi bagian barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Sulawesi bagian tengah, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian utara.

(Baca juga: Hujan Tak Turun di Jatim, Beberapa Wilayah Alami Kekeringan Ekstrem)

Curah hujan kriteria tinggi (>150 dalam 10 hari) diprakirakan dapat terjadi di pesisir timur Sulawesi Tengah dan Papua bagian tengah.

(Baca juga: 100.230 Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Jawa)

Pantauan BMKG dan beberapa lembaga internasional terhadap kejadian anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan kondisi El Nino Lemah. Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

“Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober November Desember (OND) 2019,” ujar Herizal.

BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah atau air bersih dan peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran.

Hari tanpa hujan

Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga 20 Juni 2019 dan prakiraan peluang curah hujan sangat rendah (< 20 mm/10 hari), BMKG menyatakan telah terjadi hari tanpa hujan (HTH) berturutan pada beberapa wilayah yang berdampak pada potensi kekeringan meteorologis (iklim) dengan status siaga hingga awas di beberapa daerah.

Status awas (telah mengalami HTH >61 hari dan prospek peluang curah hujan rendah <20mm/dasarian pada 20 hari mendatang >80% ) meliputi sebagian besar Yogyakarta; Kemudian Kabupaten Sampang dan Malang, Jawa Timur; NTT, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dan Kabupaten Buleleng, Bali.

Status siaga (telah mengalami HTH >31 hari dan prospek peluang curah hujan rendah <20mm/dasarian pada 20 hari mendatang >80%) meliputi Jakarta Utara; Kabupaten Lebak dan Tangerang, Banten dan sebagian besar Jawa Tengah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini