nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Terima 5 Masukan tentang Pengelolaan Keuangan Negara dari Bank Dunia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 337 2070732 jokowi-terima-5-masukan-tentang-pengelolaan-keuangan-negara-dari-bank-dunia-eJoyEME1uQ.jpg Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima para delegasi dari Bank Dunia di Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menerima sejumlah masukan guna mengelola keuangan negara dalam lima tahun ke depan.

"Sebagai bahan masukan terutama di kami di RPJMN, dan juga sebagai bahan masukan untuk pemerintah secara umum," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Menurut dia, masukan tentang pengelolaan keuangan negara ini diharapkan bisa memperbaiki kesejahteraan masyarakat pada 2030 mendatang.

Baca Juga: Jokowi Targetkan Terminal IV Bandara Soetta Mulai Dibangun Tahun 2021 

Bambang menambahkan bahwa terdapat lima masukan dari Bank Dunia terhadap pengelolaan keuangan negara. Pertama, pemerintah harus menekankan pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya dengan fokus di bidang pendidikan baik pendidikan dasar maupun pendidikan vokasi.

"Kedua adalah membangun infrastruktur. Karena ternyata infrastruktur kita secara nilai infrastruktur per kapita jauh tertinggal dibanding negara-negara yang tergolong emerging market. Jadi Indonesia dibanding negara berkembang lain masih perlu membangun infrastruktur, terutama yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik," ujarnya.

Jokowi 

Sedangkan masukan ketiga, yakni dapat menjaga keseimbangan sumber daya alam (SDA) yang harus bisa dimanfaatkan tapi saat yang sama juga harus bisa menjaga kesinambungannya dari sisi sustainability-nya.

"Kemudian yang keempat dari segi perpajakan disarankan agar pemerintah bisa meningkatkan penerimaan pajak. Tetapi dari segi pengeluaran bisa melakukan budget spending atau pengeluaran anggaran yang lebih tepat sasaran dan lebih efisien," ujar Bambang.

Baca Juga: Ketika Presiden Jokowi Merasakan Macet Usai Berlibur di Jogja 

Ia menambahkan, masukan pengelolaan keuangan negara yang kelima dari Bank Dunia adalah pemerintah harus dapat mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor.

"Kemudian investasi yang bisa mendorong Indonesia masuk ke dalam rantai perdagangan global. Dan satu lagi Indonesia harua lebih aktif meningkatkan foreign direct investment. Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini