nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR: Hunian untuk Korban Bencana di Sulteng Harus Diprioritaskan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 24 337 2070369 dpr-hunian-untuk-korban-bencana-di-sulteng-harus-diprioritaskan-T74zH1aSHA.jpg

JAKARTA - Pascabencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) seluruh stakeholder yang terlibat dalam rehabilitas dan rekonstruksi harus mengutamakan pemenuhan hak-hak korban yang kehilangan tempat tinggalnya.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Ahmad HM Ali dalam keterangannya, Senin (24/6/2019).

“Mereka harus diprioritaskan untuk secepatnya difasilitasi hunian tetap dan agenda ekonomi untuk memulihkan mata pencaharian, sesuai dengan master plan rencana induk yang telah ditetapkan,” kata Ali.

Tsunami Palu

Realisasi prioritas dipandang Ali sangat penting, mengingat bencana gempa bumi, tsunami, liquefaksi dan tanah longsor yang terjadi di lembah Palu Sulteng telah berlaku sejak 10 bulan lalu, tepatnya 28 September 2018 lalu.

“Artinya masyarakat korban sudah mengungsi kurang dua bulan lagi satu tahun, harus ada kemajuan yang berarti, paling tidak pemenuhan hak-hak korban disegerakan untuk dipenuhi,” kata anggota Komisi VII ini.

(Baca Juga: Bupati Donggala: 17 Ribu Rumah Warga Rusak Akibat Bencana)

Lebih jauh Ali menekankan, rehabilitasi kehidupan manusia, terutama korban yang telah kehilangan tempat tinggal harus menjadi skala prioritas. Agenda rekonstruksi kata dia bisa mengikuti secara beriringan.

“Agenda pemulihan kehidupan sosial korban terdampak yang kehilangan hunian harus menjadi skala prioritas, infrastruktur dan rekonstruksi lainnya yang bersifat fisik nanti bisa sambil beriringan,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ali menyampaikan, saat ini terjadi disparitas (perbedaan) tingkat kehidupan yang agak ekstreme terutama wilayah perkotaan dengan desa yang menjadi zona terdampak bencana.

“Disparitas kehidupan agak ekstreme (tajam) karena kehidupan sosial bergerak cepat ke arah konsumsi normal di tengah produksi dan pekerjaan yang belum pulih,” kata dia.

Ali mengemukakan, laporan Bank Indonesia menyebutkan, bahwa kondisi ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah sedikit memburuk pascabencana. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Tengah pada Februari 2019 mencapai 3,54% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 3,19%.

“Salah satu penyebabnya adalah dampak bencana yang menyebabkan tenaga kerja kehilangan mata pencahariannya terutama pada sektor pertanian dan perdagangan,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini