Share

Kesulitan Tuntaskan Kasus Century, KPK Kumpulkan Penyidik Lama

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 21 Juni 2019 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 337 2069313 kesulitan-tuntaskan-kasus-century-kpk-kumpulkan-penyidik-lama-GWjiICyYgv.jpg Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Saut Situmorang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih kesulitan menuntaskan kasus dugaan korupsi‎ pemberiaan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) terhadap Bank Century. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Alhasil, KPK memanggil para penyidik lamanya untuk kembali membahas kasus ini.

"Saya belum bisa menuju ke (tersangka) yang baru, karena setelah kita pelajari kembali itu sejarahnya juga rada unik ya. Kita sudah panggil penyidik lamanya, saya enggak menganggap dalam waktu dekat ini ada yang signifikan," kata Saut di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

Menurut Saut, ada berbagai kendala yang dihadapi KPK untuk menuntaskan kasus korupsi Bank Century. ‎Salah satunya, tim KPK belum menemukan bukti-bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka baru dalam perkara tersebut.

"Ya jadi itu, makanya kita masih mau debat lagi, kita minta mereka (penyidik lama) paparan lagi," ujar Saut.

Saat ini, KPK kata dia, masih mempelajari lebih lanjut ‎kronologi kasus dugaan korupsi‎ pemberiaan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) terhadap Bank Century‎ untuk dapat menetapkan tersangka baru. Kata Saut, pihaknya sedang menunggu laporan dari para penyidik lama terkait perkembangan kasus ini.

"Nanti kita panggil lagi, diskusi lagi, kita lihat dulu, mungkin awal bulan depan mereka laporanlah, kita lihat lagi," tuturnya.

Sejauh ini, KPK baru menjerat satu orang dalam perkara ini. Satu orang tersebut yakni, ‎Deputi Bidang 4 Kebijakan Pengelolaan Moneter dan Devisa Bank Indonesia, Budi Mulya. Budi telah divonis penjara di tingkat kasasi.

Dalam putusan Budi Mulya di tingkat kasasi den‎gan nomor perkara 861 K/Pid.Sus/2015, terungkap sepuluh nama yang disebut secara bersama-sama dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya melakukan tindak pidana korupsi.

Boediono

10 orang tersebut yakni, Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia; Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Senior Bank Indonesia; Siti Chalimah Fadjrijah selaku Deputi Gubernur 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah; Almarhum Budi Rochadi selaku Deputi‎ Bidang 7 Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan.

Kemudian, Robert Tantular; Hermanus Hasan Muslim; Muliaman Dharmansyah Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang 5 Kebijakan Perbankan/Stabilitas Sistem Keuangan; Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang 3 Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang 8 Logitik, Keuangan, dan Penyelesaian Aset, serta Raden Pardede selaku KKSK.

Sejumlah nama yang disebut dalam putusan tersebut pun sudah dimintakan keterangannya dalam ‎proses penyelidikan baru dugaan korupsi Bank Century. Berdasarkan catatan Okezone, terdapat lima orang yang sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan.

Lima orang tersebut‎ yakni mantan Wapres RI, Boediono, Komisaris Utama Bank Mandiri Hartadi Agus Sarwono. Kemudian, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso‎, dan terakhir Muliaman Hadad.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini