nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Pemilu 2019 Jadi Batu Loncatan Partai Golkar

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 09:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 21 337 2069054 hasil-pemilu-2019-jadi-batu-loncatan-partai-golkar-D2Y9Ducue3.jpg Airlangga (Okezone)

JAKARTA - Pasca perhelatan tahun politik 2019, Partai Golkar tidak disangka masih mampu bertahan di peringkat kedua, Partai Golkar meraih pemilih sebesar 17.229.789 atau 14,8% suara.

Di mana total perolehan kursi di DPR mendapatkan 85 kursi, sedangkan PDI-Perjuangan mendapatkan 129 kursi dan Gerindra mendapatkan 78 kursi.

Hal ini menjadi catatan prestasi yang luar biasa bagi Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto (AH), Golkar kembali berhasil menempatkan dirinya di posisi sebagai kekuatan politik nomor 2 di tanah air.

 Baca juga: Arus Bawah Disebut Masih Ingin Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar

Politikus partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain mengatakan, pencapaian tersebut menandakan ada progres yang tepat dalam tata kelola manajerial partai yang seharusnya direspons secara positif oleh seluruh jajaran partai.

"(Ini) Menjadi batu loncatan (stepping stone) yang lebih baik lagi bagi partai Golkar untuk menghadapi tantangan politik yang akan dihadapi kembali, seperti pilkada serentak di 2020-23, serta tahun politik nasional 2024," ujarnya dalam keterangan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Airlangga

Menurut Bone, Airlangga memiliki racikan khusus yang juga digunakan oleh Jose Mourinho ketika menjadi pelatih Inter Milan yakni strategi bertahan “Catenacio” dan serangan balik ‘counter attack’ yang mampu mengalahkan sepak bola indah “Tiki-Taka” dan menyerang dari Barcelona di semi-final liga Champion.

 Baca juga: 34 Ketua DPD Golkar Disebut Tak Memikirkan Isu Percepatan Munas

"Golkar memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dalam menghadapi serangan-serangan dan tekanan dari partai lain sehingga masih mampu bertahan di posisi 2 nasional untuk perolehan kursi di DPR," ujarnya.

Selain itu, Dirinya mengatakan, Airlangga dianggap salah satu menteri yang berprestasi, baik oleh Presiden Jokowi maupun Menko Maritim yang merupakan kader PG yakni Luhut Binsan Pandjaitan, sehingga Golkar memiliki Passion of Growth.

"AH juga punya keunggulan lain sebagai syarat menjadi pemimpin, yakni kemampuan Relationship building, karena di era interkoneksi & coopetition (sinergi) seperti sekarang ini, dan poin pamungkas adalah kemampuan sebagai pemimpin dengan faktor Self confidence," ujarnya.

 Baca juga: Halal Bihalal, Airlangga Jaga Solidaritas dengan DPD Golkar Se-Jambi

Karena itu, lanjutnya, tidak benar jika Airlangga dianggap gagal dalam pemilu 2019 kemarin. Apalagi dirinya menjadi ketum dikala Golkar sedang diterpa badai yang dahsyat.

"Belum lagi beban efek ekor jas (coattail effect) yang kurang berpihak ke Golkar," ujarnya.

Dirinya pun mengatakan, pertama dalam sejarah Golkar pasca reformasi berhasil mengusung capres dan cawapres menjadi pemenang.

"Pencapaian Golkar menunjukkan semangat kerja kader dan mesin partai serta kekuatan jaringan yang solid dan efektif," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini