nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Milenial Ini Dinilai Layak untuk Dipertimbangkan Jokowi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 23:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 19 337 2068528 para-milenial-ini-dinilai-layak-untuk-dipertimbangkan-jokowi-qKUa51mFva.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini menyatakan akan memprioritaskan anak muda dari kalangan generasi milenial untuk mengisi pos Kementerian di Kabinet Kerja jilid 2.

Wacana yang dilontarkan Jokowi bukan tanpa alasan. Pria kelahiran Solo ini berpandangan situasi global yang bergerak begitu cepat dan dinamis sehingga dibutuhkan figur yang lebih kreatif, inovatif serta adaptif agar Indonesia mampu memenangi persaingan di pentas dunia.

Pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan, keputusan Jokowi memberikan ruang bagi generasi milenial patut diapresiasi. Karena yang dilakukan Jokowi sangat baik untuk regenerasi pemimpin Indonesia ke depannya.

Hanya saja Jokowi jangan asal memilih untuk merekrut seseorang masuk dalam kabinet mendatang. Jangan lagi Jokowi melakukan kabinet coba-coba.

"Kalau saya melihat pemilihan menteri sepenuhnya hak presiden. Boleh saja memilih menteri dari kalangan anak muda. Tapi, harus dilihat dulu apakah mereka memang kandidat yang tepat. Ada atau tidak pengalaman dalam memimpin sebuah kementerian. Jangan sampai yang jadi menteri lagi-lagi orang titipan. Akibatnya pemimpin kalangan muda hanya jadi pemanis saja," ujar Silvanus di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Jokowi: Menteri Boleh Umur 20-25, Biar yang Muda Belajar Kepemimpinan Negara

Milenial

Terkait di antara anak muda itu yang akan masuk kabinet Jokowi, Ketua Jubir Milenial Jokowi Muhammad Indraputra, Tsamar Armany politisi PSI, Abraham Sridjaja politisi Golkar sekaligus ketua relawan Jokowi yang tergabung dalam 'Kita Satu' Jawa Timur serta Prananda Paloh politisi Nasdem yang juga Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem, Silvanus menilai, nama - nama anak muda tersebut adalah yang mendukung Jokowi. Oleh karena itu jangan sampai Jokowi terjebak politik balas budi.

Anak - anak muda tersebut sangat layak dipertimbangkan oleh Jokowi masuk ke dalam kabinet milenial. Terlebih mereka juga dianggap sukses bertarung memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 dengan perannya masing-masing terutama dalam merebut hati pemilih dikalangan milenial.

"Perlu diperbanyak dan diberi ruang. perlu pula dimentori. Anak muda itu gas, tapi ada yang senior sebagai rem untuk hati-hati. Karena bagaimanapun juga anak muda adalah masa depan Indonesia. Bila negara lain sudah memberi posisi sekelas menteri pada anak muda. Indonesia pun harus memberikan kesempatan yang sama. Sekali lagi, yang dipilih haruslah yang benar - benar kompeten," kata dia.

Sekedar informasi, M Pradana Indrapurtra (26) atau yang akrab disapa Dana ini aktif memenangkan duet Jokowi-KH Maruf Amin melalui relawan 'Jubir Milenial Jokowi-Amin' serta menjadi pendiri sekaligus ketua umum Kita Satu. Kita Satu merupakan ujung tombak TKN Jokowi-Ma’ruf dalam menggarap segmen pemilih milenial.

Selanjutnya, ada Tsamara Amany (22). Politisi PSI ini sangat lantang berargumentasi melawan narasi yang dilontarkan oleh kubu penantang Jokowi terutama dalam melawan ujaran kebencian dan berita hoax yang merugikan Jokowi.

Kemudian ada nama Abraham Sridjaja. Berkat tangan dinginya sebagai Ketua Kita Satu Jawa Timur ia berperan besar memenangkan Jokowi-Maruf Amin ddngan menyasar suara kaum milenial.

Selain itu, Abraham juga dikenal sebagai sosok anak muda pekerja keras terutama dalam mengentaskan masalah kemiskinan dan pendidikan. Belum lama ini dia berhasil membuka 1309 titik pelatihan lapangan pekerjaan di Surabaya - Sidoarjo untuk masyarakat yang belum memiliki pekerjaan memiliki keterampilan di perusahaan-perusahaan besar.

Konsistensinya mengentaskan kemiskinan dan kebodohan menjadikan ia sebagai seorang advokat dan pengusaha muda yang meraih penghargaan sebagai 10 Pemuda Terbaik Indonesia di katagori Humanitarian and/or Voluntarily Leadership. Prestasi tersebut diperoleh dari Junior Chamber International Indonesia yang menggelar Ten Outstanding Young Person Award (TOYP).

Nama terakhir yang bisa menjadi pilihan Jokowi adalah Prananda Paloh. Bersama Nasdem dan Gerakan Pemuda Nasdem ia juga sukses mengantarkan Jokowi menjadi Presiden di periode 2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini