nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Disebut Korban Kriminalisasi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 21:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 19 337 2068502 eks-dirut-pertamina-karen-agustiawan-disebut-korban-kriminalisasi-DSol8QUaeH.jpg Karen Agustiawan (Foto: Ist)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan divonis 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 4 bulan kurungan. Ia dijerat kasus korupsi yang membuat negara kerugian hingga Rp586 Miliar.

Ketua Serikat Pekerja PT Pertamina (Persero) Arie Gumilar meyakini, Karen hanyalah korban kriminalisasi. Bila melihat apa yang dialami Karen sebuah ironi atas segudang prestasi yang ditorehkan untuk Pertamina.

Misal, Pertamina berhasil masuk ke dalam daftar 500 Fortune di tangan Karen, dan yang bisa berada di sana hanya perusahaan-perusahaan terbaik.

"Dia juga sebagai insipiring woman. Jadi, ini Ironi ternyata orang yang berjasa tapi dikriminalisasi. Kami melihatnya begitu," kata Arie kepada wartawan, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Mantan Dirut Pertamina Divonis 8 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi

Ilustrasi

Arie meyakini, Karen dalam berinvestasi sesuai dengan kaidah bisnis yang berlaku, seperti yang ada dalam Rancangan Kerja dan Anggaran Pertamina. Termasuk ketika investasi Blok Basker Manta Gummy (BMG).

"Investasi BMG juga sudah masuk ke dalam RKAP-nya salah satunya akuisisi blok di luar, prosedur sudah dipenuhi," katanya.

Menurut Arie, kalau pun ada kerugian bisnis itu hal yang wajar, apalagi ini bisnisnya hulu migas yang padat teknologi, padat modal, risikonya tinggi. Siapa pun ahli geologi di dunia ini, katanya, tak akan bisa memastikan apa yang ada di dalam tanah, semua berdasarkan keilmuan.

Bila semua petinggi BUMN mudah dikriminalisasi, Arie merasa khawatir BUMN akan takut dalam berinvestasi. Imbasnya, akan membuka celah bagi swasta asing untuk masuk ke Indonesia.

"Kalau kayak gini iklim investasi BUMN makin turun dan bisa jadi peluang swasta asing untuk mengelola aset negara," ujarnya.

Karen

Baca Juga: Eks Dirut Pertamina Didakwa Rugikan Negara Rp568 Miliar

Karen divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Senin 10 Juni 2019 dengan denda Rp1 miliar subsider empat bulan kurungan. Karen pun merasa ada kejanggalan dalam kasusnya.

"Saya berpikir dan bertanya-tanya, siapa sebetulnya sponsor utama kasus BMG ini? Dan apa motifnya? Politik atau uang atau kedua-duanya? Atau hanya dendam pribadi karena urusan saudara yang tidak dipenuhi permintaannya?” kata Karen.

Karen mengganggap yang dikerjakannya murni untuk ekspansi bisnis Pertamina dan bukan untuk memperkaya diri. Ekspansi dalam dunia bisnis hulu migas merupakan hal yang biasa.

"Tidak masuk akal jika saya sengaja melanggar ketentuan untuk menguntungkan pihak/korporasi lain, dan merugikan perusahaan yang selama ini saya telah bekerja keras," katanya.

Pada amar putusan vonis Karen, juga terjadi dissenting opinion atau perbedaan pendapat dari Hakim Anwar. Karen disebut tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Menyatakan terdakwa Karen Agustiawan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan dakwaan primer dan subsider," kata Anwar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini