nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Haris Hassanudin Sebut Ada Honor Tambahan untuk Menag Lukman saat Jadi Pemateri

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 19:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 19 337 2068449 haris-hassanudin-sebut-ada-honor-tambahan-untuk-menag-lukman-saat-jadi-pemateri-vIfJKWv3Ea.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hassanudin mengungkapkan adanya pemberian uang honor tambahan kepada Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut diberikan kepada Lukman karena menjadi pemateri di hadapan para pejabat Kemenag Jatim.

Pemberian uang itu diungkapkan Haris saat memberikan tanggapan usai mendengarkan kesaksian Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag, Moh Amin Mahfud dan Syaikhul Hadi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

"Untuk menyambut Pak Menteri (Lukman) dan rencananya Pak Sekjen Kemenag (Nur Kholis Setiawan). Maka kemudian disepakati, adat ketimuran, ada uang tambahan, dan itu bukan uang saya pribadi, tapi itu kesepakatan. Saya bilang monggo untuk dibahas, dan kemudian diamini oleh teman-teman yang rapat pada waktu itu," kata Haris dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

 Menag Lukman

Pengumpulan uang itu sendiri kata Haris juga diketahui oleh Amin. Amin mengaku bahwa dirinya mengetahui rencana pengumpulan uang tersebut, namun Ia tidak setuju dan tidak tahu berapa uang yang diberikan kepada Menag sebab setahunya uang itu diberikan kepada pegawai Kemenag Jawa Timur.

Mendengar itu Jaksa KPK pun mempertanyakan kembali kepada Amin berapa total uang yang diberikan kepada Menag. Namun Amin tetap mengatakan tidak mengetahui berapa jumlah uang tersebut. Namun menurutnya sebagai pengisi materi setingkat menteri uang yang diberikan seharusnya Rp2 juta per jam.

"(Lukman) memberikan materi untuk seluruh Eselon sekitar 3 jam. Kalau 3 jam x 2 juta, ya 6 juta," paparnya.

Dalam kasusnya, Haris didakwa menyuap Romy dan Menag Lukman Hakim sebesar Rp325 juta. Romy disebut menerima uang Rp255 juta sedangkan Lukman Rp70 juta. Suap diduga diberikan agar Romy dan Lukman dapat meloloskannya dalam seleksi jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini