nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Tenaga Ahli PAN Selidiki Korupsi APBN-P Kabupaten Pegunungan Arfak

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 12:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 19 337 2068211 kpk-periksa-tenaga-ahli-pan-selidiki-korupsi-apbn-p-kabupaten-pegunungan-arfak-j5l5BZunqB.jpg Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa tenaga ahli DPR RI Fraksi PAN Suherlan hari ini, Rabu (19/6/2019). Suherlan diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi pengurusan dana perimbangan APBN-P 2017 dan 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NPS (Natan Pasomba, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Arfak)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan anggota DPR RI Periode 2014–2019 fraksi PAN, Sukiman (SKM); dan‎ Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba (NPA)‎; sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dana perimbangan daerah Kabupaten Pegunungan Arfak. Sukiman diduga telah menerima uang suap sebesar Rp2,65 miliar dan USD22 ribu dari Natan terkait pengurusan ‎dana perimbangan untuk Kabupetan Pegunungan Arfak.

Ilustrasi

Penetapan tersangka terhadap keduanya merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. Dalam kasus ini, KPK telah lebih dulu menjerat anggota Komisi ‎XI DPR RI, Amin Santono; pihak swasta, Eka Kamaluddin; Kasi Pengembangan dan Pendanaan Kawasan dan Permukiman Kemenkeu, Yaya Purnomo; serta kontraktor, Ahmad Ghiast.

Keempatnya ditangkap tangan KPK pada 4 Mei 2018. Mereka pun telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dengan pidana berbeda-beda.

Kasus ini bermula saat pihak Pemkab Pegunungan Arfak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ‎Ruang mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017 ke Kemenkeu.

Kemudian Natan bersama seorang pengusaha rekanan meminta bantuan ke pihak Kemenkeu yang disinyalir merupakan Yaya Purnomo. Yaya lantas meminta bantuan kepada Sukiman.


Baca Juga : Sekjen DPR RI dan Wabup Pegunungan Arfak Diperiksa KPK

Diduga Natan menyuap Sukiman untuk mengatur penetapan alokasi anggaran dana perimbangan APBNP 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, Sukiman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Natan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga : Eks Anggota DPR Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp3,3 Miliar

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini