nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Staf Timnas PSSI Akui Sempat Dapat Titipan Dokumen Milik Joko Driyono

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 20:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 337 2068037 staf-timnas-pssi-akui-sempat-dapat-titipan-dokumen-milik-joko-driyono-Jbk1xByEnq.jpg Sidang Joko Driyono (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Sidang lanjutan terdakwa kasus perusakan barang bukti Joko Driyono kembali di gelar di Pengadilan Jakarta Selatan. Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Salah seorang saksi yang dihadirkan JPU, yakni Staf Timnas PSSI Herwin Dyo. Ia mengaku bahwa dirinya sempat dititipakan sebuah tas yang berisi dokumen. Dokumen itu dititipkan oleh sopir Joko Driyono, Muhamad Mardani Morgot alias Dani.

"(Dokumen) dari sopirnya Pak Joko Driyono (bernama Mardani). Saya ketemunya Kamis malam. Saya lagi ada kegiatan (Timanas) UU 22. Saya bermalam di situ. Kebetulan saya sakit gigi. Jam 1 atau 2 Mardani telefon saya. Saya bilang lagi di hotel, 'oke gw ke sana ya'. Waktu di lobi Hotel Sultan di jemput lalu ke kamar langsung," kata Herwin, saat bersaksi, Selasa (18/6/2019).

Namun saat itu, Mardani tidak menyampaikan alasannya terkait kedatangannya tersebut dan tidur. Pagi harinya ia mengaku sudah tidak melihat Mardani di kamarnya, namun pada siang harinya, Herwin kembali dihubungi Mardani dengan bermaksud menitipkan barang milik Joko Driyono.

"Mardani telepon, lu dimana? (tanya Mardani). Di Hotel Sultan, bawa mobil apa motor? Mobil. 'Yaudah. Saya balik lagi ketemu di parkiran sore jam 4, dia memasukan semua (dokumen yang dibawa dari ruangan Joko)," ungkapnya.

Joko Driyono

Baca Juga: Dua Kotak Barang Bukti dan Enam Tersangka Pengaturan Skor Diserahkan ke Kejaksaan Agung)

Saat itu, Mardani datang dengan menggunakan mobil VW milik Joko Driyono dengan membawa barang yang akan dititipkan yakni berupa dokumen dan tas ransel. "Tujuannya titip saja. Mardani pakai mobil VW milik Jokdri," terangnya.

Selanjutnya, Herwin menghubungi Mardani lantaran berencana menitipkan barang tersebut kepada Abdul Gofur yang merupakan OB di PT Liga Indonesia. Ia beralasan bahwa penitipan itu dilakukan agar memudahkan Joko Driyono ketika hendak mengambil barang tersebut.

Setelah disetujui barang-barang tersebut dimasukan dalam koper, dan diserahkan ke Gofur di rumahnya. "Saya sudah hubungi saudara Mardani, gue titip ke Gofur aja yak, kalau Pak Joko butuh biar deket," kata Herwin.

Sementara itu, Gofur yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan tersebut mengatakan koper berisi dokumen itu disimpan di dalam lemari. "Pesannya 'ini simpan di rumah jangan sampai kena air'. Saya simpan di dalam lemari karena itu suruh simpan jangan sampai kena air, kena hujan. 'Sudah pokoknya kamu simpan. Kamu diam saja," ucap Gofur menirukan pesan Joko.

Keesokan harinya, kata Gofur, ia didatangi oleh polisi. Gofur lalu memberikan barang titipan dari Herwin tersebut ke pihak polisi.

"Besokannya jam 2 pagi (polisi), saya lagi tidur. Diketok lalu bangun. Datang dua orang. Keperluannya benar saudara Gofur apakah ada titipan barang. Lalu diambil barangnya. Kemudian itu dibawa barangnya diserahkan," kata Gofur.

Adapun dalam sidang ini total ada empat orang saki yang hadir Direktur Utama Persija, Kokoh Afiat, Mohammad Subekti, Herwin Dyo, dan Abdul Gofur.

Dalam perkara ini PLT PSSI itu didakwa bersama dengan Muhamad Mardani Morgot alias Dani dan Mus Muliadi melakukan pengambilan barang berupa DVR server CCTV dan satu unit laptop merek HP Notebook 13 warna silver.

Dirinya juga didakwa menghancurkan, merusak, menghilangkan barang bukti kasus pengaturan skor. Dan disangkakan melanggar Pasal 363 ayat 1 ke-3 dan ke-4 KUHP, Pasal 235 juncto Pasal 231, Pasal 55 (1) ke-1 KUHP, Pasal 235 juncto Pasal 233 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini