nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepolisian Diminta Tindak Tegas Perusuh dan Dalang Kerusuhan 21-22 Mei

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 17:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 337 2067946 kepolisian-diminta-tindak-tegas-perusuh-dan-dalang-kerusuhan-21-22-mei-gonKwbXoMl.jpg Aksi 22 Mei: Massa dan Polisi Saling Serang di Depan Bawaslu (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Aparat kepolisian diminta untuk menindak tegas dalang dan pelaku kerusuhan yang terjadi di Bawaslu pada 21 dan 22 Mei 2019. Sebab, aksi brutal itu sudah mencoreng berjalannya pesta demokrasi yang berlangsung di Tanah Air.

"Kami mendukung aparat penegak hukum pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas dan menangkap para perusuh serta dalang di balik kerusuhan 21-22 Mei 2019" kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Agung Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia (DPA GMPRI), Raja Agung Nusantara dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2019).

Baca Juga: Polri Pastikan 4 Perusuh Aksi 21-22 Mei Tewas karena Peluru Tajam 

Aksi 22 Mei: Bentrok Massa Aksi dengan Polisi di Depan Gedung Bawaslu

Menurut dia, akibat dari tindakan para perusuh itu membuat para tokoh bangsa saling menyalahkan, mencurigai, mengadu domba, dan menjelek-jelekkan antar masyarakat.

"Kalau hal ini terjadi terus-menerus maka kesatuan dan keutuhan serta kedaulatan Republik Indonesia akan terancam bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Raja menyebut, pihaknya akan selalu mendukung TNI dan Polri dalam bertugas menjaga keutuhan NKRI dari ancaman oknum yang berniat memecah belah bangsa. Ia berharap agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kondusifitas, agar tidak terpengaruh oleh pihak manapun.

"Selain itu tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang yang dihembuskan oleh media sosial yang tidak bertanggungjawab," katanya.

Baca Juga: Polisi Selisik Pemberian Dana Rp150 Juta ke Habil Marati dari Keterangan Kivlan Zen 

Ia menuturkan, pihaknya bersama seluruh elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan akan tetap bergerak di garis konstitusi.

"Mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tetap berada di garis konstitusi," kata dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini