nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkumham Tak Setuju Usulan KPK Pindahkan Napi Korupsi ke Nusakambangan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 14:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 337 2067812 menkumham-tak-setuju-usulan-kpk-pindahkan-napi-korupsi-ke-nusakambangan-WGmWiejALD.jpg Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly tak setuju usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar memindahkan narapidana korupsi ke Lapas Nusakambangan. Sebab, Lapas Nusakambangan untuk kategori narapidana high risk. 

“Saya mengatakan begini, di Nusakambangan itu kita menempatkan memang lapas-lapas yang high risk, lapas supermaksimum security. Napi-napi koruptor bukanlah napi kategori napi high risk yang memerlukan supermaksimum sekuriti. Jadi, itu persoalannya,” kata Yasonna di kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Yasonna menambahkan, para narapidana yang ditempatkan di sana juga kebanyakan telah mendapatkan hukuman seumur hidup. Kejahatan mereka pun seperti terorisme, narkoba hingga pembunuhan.

“Itu yang kami dedikasikan untuk berada di sana. Karena yang di sana itu pada umumnya adalah pidana mati, pidana seumur hidup, pelaku kejahatan pembunuhan narkoba, teroris,” tuturnya.

Baca Juga: KPK Gali Informasi Dugaan Korupsi Pejabat BUMN

Pihaknya mengaku sudah membangun Lapas yang nantinya akan dijaga ketat pengamanan di kawasan Karanganyar, Jawa Tengah.

"Saat ini, sudah selesai dua tahap membangun 1.000 kapasitas untuk Lapas super maksimum security di Karanganyar. Nanti siapa mau ikut saya akan kunjungan ke sana. Ada lorong bawah tanah untuk eksekusi mati," ujarnya.

Setya Novanto

Pemindahan napi korupsi ke Lapas Nusakambangan kembali mencuat setelah adanya kasus pelesiran terpidana perkara korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) ke sebuah toko bangunan, beberapa waktu lalu.

Setya Novanto terciduk pelesiran di sebuah toko bangunan daerah Kabupaten Bandung Barat ‎bersama istrinya, Deisty Astriani Tagor. Ia pelesiran setelah berhasil mengelabui petugas pengawal Lapas Sukamiskin saat berobat di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Setya Novanto sendiri sedang menjalani masa hukuman 15 tahun pidana penjara terkait perkara korupsi proyek e-KTP di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.‎ Hingga sekarang baru menjalani masa hukumannya sekira 1,5 tahun.‎

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Penipuan Berkedok KPK lewat Telepon

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini