Bacakan Nota Pembelaan, Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet Sebut JPU Keliru Gunakan Pasal

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 18 Juni 2019 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 18 337 2067752 bacakan-nota-pembelaan-kuasa-hukum-ratna-sarumpaet-sebut-jpu-keliru-gunakan-pasal-TUYdKq6f5f.jpg Terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet bacakan nota pembelaan saat menjalani sidang di PN Jaksel, Selasa (18/6/2019). (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, membacakan nota pembelaannya (pleidoi) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019). Kuasa hukum Ratna, Insank Nasrudin, menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) salah dan keliru menerapkan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 terhadap kliennya.

Menurut Insank, pasal itu sudah usang dan lama tidak digunakan dalam perkara di Indonesia. Terlebih, kata dia, pasal itu dibuat dalam konteks mengantisipasi kegentingan pascakemerdekaan.

"Penggunaan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 meskipun belum dihapus tidaklah tepat diterapkan dalam perkara ini karena akibat dari terdakwa tidak terjadi kegentingan di masyarakat. Apabila dilihat secara historis pembentukan pasal untuk mengatasi keadaan tidak normal. Karena itu, JPU keliru menggunakan pasal tersebut dalam perkara ini," kata Insank saat membacakan pleidoi di PN Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Ratna Sarumpaet bacakan nota pembelaannya saat menjalani sidang di PN Jaksel, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

Kemudian, kata Insank, pasal itu merupakan delik materi sehingga harus ada keonaran dalam kasus tersebut dan unsur kesengajaan dari pelaku. Hal itu, lanjut dia, berbeda dengan perkara Ratna Sarumpaet.

"Dalam perkara ini JPU menilai keonaran demonstrasi, konferensi pers Prabowo, cuitan pro dan kontra keliru jika keonaran yang dimaksud sama dengan di atas karena itu tidak berdampak jatuhnya korban dan pihak yang dirugikan dan tampak dipaksakan apabila JPU memaksudkan itu," ucapnya.

Sebelumnya, JPU menuntut Ratna Sarumpaet dengan tuntutan 6 tahun penjara. JPU berpendapat Ratna sudah menyebarkan berita bohong terkait penganiayaan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama 6 tahun dikurang selama terdakwa menjalani tahanan sementara terdakwa,” kata JPU Daroe Tri Sadono di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

JPU berpendapat Ratna sudah terbukti bersalah dengan menyiarkan berita bohong terkait penganiayaan yang dialaminya. Padahal, hal itu tidak benar terjadi adanya.


Baca Juga : Ratna Sarumpaet Sakit Leher, Kuasa Hukum Bakal Ajukan Surat Rujukan ke PN Jaksel

“Terdakwa Ratna terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan ke masyarakat,” tutur dia.

Karena itu, Jaksa menganggap Ratna telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.


Baca Juga : Bacakan Nota Pembelaan Hari Ini, Ratna Sarumpaet: Persiapannya Moril Saja

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini