nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tunggu Ditjen PAS Setor Nama Koruptor yang Akan Dipindah ke Nusakambangan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 22:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 337 2067538 kpk-tunggu-ditjen-pas-setor-nama-koruptor-yang-akan-dipindah-ke-nusakambangan-lFj9dCUKhE.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu realisasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas), Kemente‎rian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk menyetorkan nama-nama koruptor yang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Pengiriman daftar nama narapidana yang nanti akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, jadi dari pembicaraan sebelumnya, ada wilayah-wilayah dan sel-sel di Nusakambangan untuk kategori maximum security yang masih bisa diguna‎kan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Menurut Febri, pihaknya masih menunggu surat dari pihak Kemenkumham untuk membahas siapa saja narapidana kasus korupsi yang akan dipindah ke Lapas Nusakambangan, pada bulan ini. ‎Pemindahan koruptor ke Lapas Nusakambangan, kata Febri, untuk mencegah terjadinya kasus seperti Setya Novanto (Setnov).

 Penjara

"Diharapkan dengan pemindahan tersebut dan sistem yang sudah ada, kami juga sudah cek ke Nusakambangan untuk maksimum security, maka tidak ada lagi terjadi apa yang kemarin kita lihat misalnya ada narapidana yang ditemukan publik di toko bangunan," terangnya.

Pemindahan napi korupsi ke Lapas Nusakambangan kembali mencuat setelah adanya kasus plesiran terpidana perkara korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) ke sebuah toko bangunan, beberapa waktu lalu.

‎Setnov terciduk plesiran di sebuah toko bangunan daerah Kabupaten Bandung Barat ‎bersama istrinya, Deisty Astriani Tagor. Setnov plesiran setelah berhasil mengelabui petugas pengawal Lapas Sukamiskin saat berobat di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Setnov sendiri sedang menjalani masa hukuman 15 tahun pidana penjara terkait perkara korupsi proyek e-KTP di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.‎ Setnov baru menjalani masa hukumannya sekira 1,5 tahun.‎

 Korupsi

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini