nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diperiksa soal Jual-Beli Jabatan, Rektor IAIN Pontianak Akui Pernah Bertemu Romi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 15:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 337 2067385 diperiksa-soal-jual-beli-jabatan-rektor-iain-pontianak-akui-pernah-bertemu-romi-Rb5k3XStMj.jpg Rektor IAIN Pontianak (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Syarif mengakui pernah bertemu satu kali dengan mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (Romi). Pertemuan itu terjadi saat acara Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).

Demikian diakui Syarif usai diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan pada lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), pada hari ini. Syarif diperiksa untuk tersangka Romahurmuziy (RMY).

 Baca juga: KPK Mulai Periksa Calon Rektor UIN Terkait Jual-Beli Jabatan di Kemenag

"Dulu di muktamar NU pernah (bertemu Romahurmuziy), hanya itu, enggak pernah lagi," ungkap Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

 KPK

Syarif mengklaim tidak ada obrolan saat bertemu dengan Romi. Menurut Syarif, dirinya bukan orang penting yang bisa seenaknya berkomunikasi dengan Romi. Dia juga membantah pernah memberi uang kepada Romi.

"Enggak ada lah, apa yang mau saya kasih, gaji saya enggak seberapa," terangnya.

 Baca juga: Suap Jual Beli Jabatan, Romahurmuziy Akui Sering Setor Nama ke Menteri Lukman

Diketahui, KPK saat ini sedang mengembangkan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag. KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi sistem pemilihan rektor perguruan tinggi dibawah Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

 Baca juga: Bidik Tersangka Baru, KPK Dalami Fakta Terungkap di Sidang Jual-Beli Jabatan Kemenag

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Sejalan dengan kasus dugaan jual-beli jabatan yang menyeret Romi, KPK juga menerima banyak laporan terkait adanya indikasi korupsi sistem pemilihan rektor perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini