nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Sebut 3 Maskapai Asing Berencana Buka Rute Penerbangan di Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 15:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 337 2067374 harga-tiket-pesawat-dikeluhkan-menhub-itu-bukan-urusan-saya-Ws31CGe1pl.jpg Menhub Budi Karya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa saat ini telah ada tiga maskapai asing yang berencana membuka rute penerbangan di wilayah udara Indonesia.

Meski demikian, ia menekankan bahwa rencana tiga maskapai asing itu membuka rute penerbangan destik guna meningkatkan kompetisi harga tiket pesawat dalam negeri.

"Jadi spiritnya ginilah, jadi spiritnya bukan asing tapi kompetisi," kata Budi Karya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Budi Karya memastikan bahwa Air Asia akan menjadi maskapai asing pertama yang akan bisa mengudara. Bahkan, pemerintah akan memberikan tambahan rute bagi maskapai asal Malaysia itu.

"Air Asia sudah tinggal menambah saja," ucapnya.

 menhub

Lebih lanjut mantan Dirut Angkasa Pura menerangkan bahwa selain Air Asia pemerintah juga akan memberikan rute kepada maskapai Scoot. Kemudian, ia tak merinci satu maskapai asing lainnya yang diberikan rute terbang dalam negeri.

"Yang ada apa itu, Scoot sama siapa gitu, ada tiga itu yang baru," imbuhnya.

Budi Karya hanya berdalih bahwa pemberian izin mengudara maskapai asing agar harga tiket dalam negeri bisa berkompetisi. Namun, ia tak mempunyai target apapun soal berapa persen turunnya harga tiket pesawat domestik.

"Saya cuma ngatur batas," ujarnya berlalu.

Ia mengatakan bahwa mahalnya harga tiket pesawat yang dikeluhkan oleh masyarakat dan pengusaha bukan merupakan urusan pihaknya.

Menurut dia, Kemenhub hanya mengatur harga batas atas dan bawah dalam moda transportasi udara itu. Selebihnya, lanjut dia, harga tiket pesawat merupakan kewenangan dari masing-masing maskapai penerbangan tersebut.

"Tiket itu bukan urusan saya. Jadi urusan dari airlane-nya. Saya urusannya atas dan bawah," kata Budi Karya

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini