Setnov Pelesiran, Kemenkumham Masih Kaji Tempatkan Napi Korupsi ke Nusakambangan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 17 Juni 2019 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 17 337 2067328 setnov-pelesiran-kemenkumham-masih-kaji-tempatkan-napi-korupsi-ke-nusakambangan-MAw6dZtohO.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Terpidana perkara korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) terciduk sedang plesiran di sebuah toko bangunan daerah Kabupaten Bandung Barat, bersama istrinya, Deisty Astriani Tagor, beberapa waktu lalu. Setnov pelesiran setelah berhasil mengelabui petugas pengawal Lapas Sukamiskin saat berobat di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

‎Atas kejadian tersebut, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengaku masih mengkaji untuk memindah tempatkan narapidana kasus korupsi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.‎

"Masih dalam tahap kajian ya. Kajian terus dilakukan dan nanti kita tunggu saja keputusan Bapak Menteri (Yasonna)," kata Direktur Pembinaan Narapiana dan Latihan Karya Produksi Ditjen Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham, Junaedi di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).

Setnov Kabur

Menurut Junaedi, ada aturan yang harus diselesaikan terkait pemindahan napi korupsi ke Lapas Nusakambangan. Salah satunya, mengacu pada Permenkumham Nomor 29 Tahun 2015. Sementara untuk kantor wilayah, diatur melalui Permenkumham 28 Tahun 2015.

"Unit-unit pelaksanaan tekhnis, atau lembaga pemasyarakatan Rutan itu ada dibawah Kanwil,‎ bukan berada di Irjen. Oleh karena itu, peristiwa yang ada di UPT ini diselesaikan pada tingkat wilayah. Nanti apabila di tingkat perlu konsultasi dan koordinasi dengan pusat, ya kita koordinasi," imbuhnya.

(Baca Juga: Kronologi Setnov Pelesiran Keluar dari Lapas Sukamiskin Bandung)

Namun, ditekankan Junaedi, untuk pemindahan napi korupsi ke Lapas Nusakambangan, keputusannya tetap berada di tangan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly.

"Mengenai penetapan koruptor ada di Nusa Kambangan, itu adalah kewenangan Menteri. Belum diputuskan itu," terangnya.‎

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini