nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 17:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 15 337 2066831 kkp-tangkap-kapal-ikan-ilegal-malaysia-ffOy01yXqB.jpg KKP tangkap kapal asing

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap 1 (satu) Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Malaysia pada Sabtu 15 Juni 2019 di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEEI) Selat Malaka.

"Penangkapan dilakukan oleh KP. Hiu 12 yang dinakhodai Capt. Novry Sangiang pada sekitar pukul 06.30 WIB terhadap KM. KHF 1786 dengan alat tangkap trawl yang merupakan alat penangkapan ikan yang dilarang Pemerintah Indonesia,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman dalam keterangan tertulis, Jakarta (15/6/2019).

 Baca juga: Pemerintah Pulangkan 4 Nelayan yang Ditangkap di Australia

"Kapal ikan Malaysia yang ditangkap juga dinakhodai oleh warga negara Thailand dengan Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 4 (empat) orang berkewarganegaraan Myanmar,” tambah Agus.

 KKP tangkap kapal asing (ist)

Selanjutnya, kapal dan seluruh awak kapal dibawa ke Pangkalan PSDKP Lampulo Aceh dan akan dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

 Baca juga: KKP Tertibkan 21 Rumpon Ilegal Filipina

Kapal tersebut melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dokumen perizinan dan menggunakan alat tangkap dilarang trawl.

Kegiatan tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

 Baca juga: Gandeng TNI-Polri, KKP Proses 33 Kasus Destructive Fishing

Penangkapan tersebut menambah jumlah KIA yang berhasil ditangkap KKP sejak Januari hingga Juni 2019 menjadi total 33 KIA, yang terdiri dari 15 kapal Vietnam, 15 kapal Malaysia, dan 3 kapal Filipina.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini