nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pencekik Anggota KPPS Jakut Divonis Hukuman Percobaan, JPU Banding

Antara, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 15 337 2066805 pencekik-anggota-kpps-jakut-divonis-hukuman-percobaan-jpu-banding-AWZdH2fJe2.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding atas putusan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp5 juta, dengan masa percobaan enam bulan yang dijatuhkan hakim kepada Ivan Valentino, pemilih yang mencekik anggota KPPS di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

"JPU hari ini menyatakan banding untuk menegakkan keadilan pemilu. Dengan demikian, jaksa penuntut umum memiliki waktu tiga hari ke depan untuk mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," kata Ketua Sentra Gakkumdu Badan Pengawas Pemilu Jakarta Utara, Benny Sabdo, dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Antaranews, Sabtu (15/6/2019).

(Baca Juga: Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Dinilai Giring Hakim MK Jadi Mahkamah Kalkulator

Benny mengaku menghormati putusan majelis hakim, namun pihaknya mendukung langkah JPU Fedrik Adhar yang mengajukan banding karena vonis yang dijatuhkan tidak sesuai dengan tuntutan jaksa. JPU sebelumnya menuntut Ivan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp5 juta subsider dua bulan penjara.

Ilustrasi

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat siang dengan Ketua Majelis Hakim Ramses Pasaribu.

Majelis hakim menyatakan Ivan Valentino telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemilu. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ivan Valentino diamankan oleh petugas keamanan karena telah melakukan kegiatan yang menimbulkan gangguan ketertiban dan ketentraman pelaksanaan pemungutan suara di TPS 071 Karang Bolong Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

(Baca Juga: Kubu Jokowi Minta Prabowo Cs Tak Bawa Perasaan ke MK

Ivan melakukan gangguan ketertiban dalam bentuk tindak kekerasan terhadap petugas KPPS. Terdakwa datang sebagai pemilih ke TPS 071 di Karang Bolong, Ancol dan tiba-tiba menyerang salah seorang anggota KPPS dengan mencekiknya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini