nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkuat Kekuatan Udara RI, Skadron 33 TNI AU Miliki 4 Pesawat 71 Personel

Herman Amiruddin, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 11:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 15 337 2066745 perkuat-kekuatan-udara-ri-skadron-33-tni-au-miliki-4-pesawat-71-personel-1UWu4jddCC.jpg

MAKASSAR - Kesatuan Skadron Udara 33 TNI Angkatan Udara merupakan pecahan dari Skadron 31 dan 32 yang bermarkas di Lanud Halim Perdana Kususma Jakarta dan Lanud Abdurahman Saleh Malang diresmikan.

Peresmian Skadron 33 Dibentuk untuk memperkuat kekuatan udara di Indonesia Bagian Timur, setelah sebelumnya meresmikan Skadron 27 di Biak, Papua. Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Hasanuddin Makassar Jumat 14 Juni 2019.

Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan Skadron 33 difungsikan untuk merespon perkembangan kekuatan pasukan angkatan darat maupun laut. Serta untuk antisipasi darurat bencana alam.

"Dapat juga untuk mengatisipasi darurat kebencanaan dan persolan disiparitas harga di pelosok," kata Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Skadron 3 TNI AU

Menurutnya, Skadron 33 ini menjadi skadron pesawat TNI angkatan udara pertama di Makassar. Dengan alat utama persenjataan atau alutsista pengangkut berat.

Ia mengatakan Skadron 33 dibentuk tak lepas dari upaya dari efiensi pasukan tempur dan mendukung distribusi logistik ke lokasi bencana alam.

"Mengingat di Makassar juga terdapat satuan TNI lainnya seperti divisi kostrad dan Lantamal VI TNI Angkatan Laut," ungkap Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Skadron 33 ini bakal dilengkapi dengan empat pesawat hercules dan 71 personil yang terdiri dari penerbang, navigator dan teknisi.

(Baca Juga: Skadron 33 TNI AU Resmi Dibentuk di Lanud Hasanuddin)

"Personil yang didatangkan dari Skadron 31 Lanud Halim Perdana Kusuma dan Skadron 32 di Lanud Abdurahman Saleh Malang dan dikomandoi oleh Letkol PNB Agus Rohimat eks Komandan Skadron 32 Malang," jelas Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Diharapkan dengan adanya Skadron 33 ini, agar ada pemertaan kekuatan udara baik di wilayah barat, tengah maupun timur Indonesia.

"Sehingga apabila ditemukan ancaman dalam suasana genting yang mengganggu kedaulatan NKRI dapat ditanggulangi dengan cepat," tegas Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini