nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satgas TNI RDB MONUSCO Gelar Long Range Mission untuk Asesmen Red Zone

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 01:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 15 337 2066675 satgas-tni-rdb-monusco-gelar-long-range-mission-untuk-asesmen-red-zone-zWKZcCKqjT.jpg Satgas TNI Konga Manusco. (Foto: Dispenad)

JAKARTA – Sebanyak 41 anggota Satgas TNI RDB MONUSCO melaksanakan asesmen Long Range Mission (LRM) sejauh 189 kilometer di Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, yang masih berstatus red zone. Hal itu sebagaimana disampaikan Dansatgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko dalam keterangannya, di Kongo, Jumat 14 Juni 2019.

Latihan yang dilakukan bersama UN Departement of Safety and Security (UNDSS) tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 10 sampai 12 Juni. Tujuannya untuk menjamin keselamatan dan keamanan staf UN dalam melakukan aktivitas di wilayahnya.

"Selama latihan berlangsung Tim LRM singgah di desa-desa untuk melaksanakan koordinasi dengan aparat kemanan lokal di antaranya Armed Forces of the Democratic Republic of the Congo (FARDC) dan Police National Congo (PNC)," terang Dwi.

(Foto: Dispenad)

Ia menuturkan, Axist Nyunzu yang digunakan sebagai tempat latihan merupakan daerah yang belum terjamah pasukan UN serta memiliki medan yang sulit ditembus oleh kendaraan dan berstatus red zone.

"Tahun lalu pernah terjadi ambush atau penyergapan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata kepada Batalion Benin yang mengakibatkan 11 pucuk senjata dirampas," ungkap Dwi.

"Namun dengan berbagai kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic) yang kita gelar ternyata mampu memengaruhi serta mengajak masyarakat untuk kembali menempati desa-desa yang telah lama ditinggalkan," lanjut Dwi.

Bahkan masyarakat setempat berharap Satgas Indo RDB dapat kembali lagi ke Nyunzu. Warga pun berjanji akan menyerahkan senjatanya serta kembali sebagai warga masyarakat biasa.

(Foto: Dispenad)

"LRM merupakan salah satu sarana pembinaan teritorial atau Cimic yang memiliki dampak positif dan sangat besar sehingga diharapkan 'gaungnya' didengar oleh warga pelosok desa di wilayah Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo," ucap Dwi.

"Saat perjalanan dari Kalemie menuju Nyunzu, tim terbagi dua, yakni Nyemba dan Nyunzu. Pada tiap-tiap etape dilakukan pula kegiatan Cimic berupa pelayanan kesehatan gratis, psikologi sosial, dan perpustakaan mini," kata Dwi.

"Di sela-sela itu pula kita menggelar pertemuan dengan kepala desa serta tokoh masyarakat untuk membangun komunikasi dua arah dari Satgas kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada Satgas," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini