nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhan Sambangi PBNU, Said Aqil Jelaskan soal Kelompok Radikal

Antara, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 18:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 14 337 2066561 menhan-sambangi-pbnu-said-aqil-jelaskan-soal-kelompok-radikal-8hSg9H2gKV.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Jumat (14/6/2019), untuk bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Kedatangan Ryamizard disambut oleh Ketua PBNU Robikin Emhas. Setelah saling menyapa, keduanya lantas menuju salah satu ruangan di lantai tiga. Di sana telah hadir Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan sejumlah pengurus PBNU.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam dan tertutup itu membahas persoalan bangsa saat ini.

"Saya datang ke PBNU untuk bersilaturahim," kata Ryamizard seperti dilansir dari Antaranews.

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kiai Said atas penjelasannya, terutama tentang sejumlah kelompok radikal di Indonesia.

 Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu (Okezone)

Ia berharap situasi negara ke depan berlangsung aman dan damai.

"Mari kita semua berdoa agar ke depan negara kita tidak ada apa-apa. Muhammadiyah berdoa, NU berdoa dan kita semua berdoa," ujar Menhan.

Sementara itu, Kiai Said Aqil mengatakan, silaturahim antara NU dan Kementerian Pertahanan harus terus dilakukan mengingat PBNU sebagai salah satu "civil society".

"Komunikasi antara PBNU dan Kemhan harus rutin dilakukan karena NU yang mengkoordinir kiai dan pesantren di seluruh Indonesia selalu mendapatkan masukan dari sisi pertahanan dan keamanan," tuturnya.

Menteri Pertahanan Ryamizard, kata dia, bahkan baru mendengar adanya masyarakat yang menolak ideologi negara, yakni Pancasila dan persoalan bangsa lainnya di tingkat masyarakat bawah.

Kiai Said menambahkan NU dan pemerintah harus bergandengan tangan karena tantangan Indonesia ke depan semakin berat.

"NU memiliki basis di masyarakat bawah, musala-musala, masjid-masjid, pesantren dan lainnya," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

PBNU

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini