KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Pembangunan Kampus IPDN Gowa

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 13 Juni 2019 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 13 337 2065972 kpk-periksa-tiga-saksi-kasus-pembangunan-kampus-ipdn-gowa-EpnyxpVTCh.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom (DJ) selaku pejabat pembuat Komitmen Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tahun 2011.

"Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi untuk tersangka DJ," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/6/2019).

(Baca juga: Terkait Korupsi Gedung IPDN, Direktur Graha Inti Alam Diperiksa KPK)

Ketiga saksi yang dipanggil hari ini adalah Direktur PT Cipta Beton Sinar Perkasa Eddy Salim, Direktur Utama PT Kredo Kramindo Sejahtera Wicky Leonardi, dan pihak swasta PT Sinera Arterindo Misvanathan.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemendagri, Dudy Jocom; dan Kepala Divisi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Adi Wibowo; sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada tahun anggaran 2011.

KPK. (Foto: Instagram)

Dudy Jocom juga ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung IPDN Sulawesi Utara pada tahun anggaran 2011. Dalam pembangunan Gedung IPDN di Sulut, Dudi ditetapkan tersangka bersama Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Dono Purwoko.

Awalnya Dudi menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan bahwa akan ada proyek IPDN di Sulawesi pada 2011. Namun sebelum dilakukan lelang, diduga terjadi kesepakatan pembagian kerja untuk PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya.

(Baca juga: Geledah Kantor Adhi dan Waskita Karya, KPK Endus Banyak Korupsi di Pembangunan Kampus IPDN)

Waskita Karya mendapat proyek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan Adhi Karya menggarap proyek di Sulawesi Utara.

Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp11,18 miliar dalam proyek pembangunan Gedung IPDN Sulawesi Selatan dan Rp9,378 miliar di proyek Sulawesi Utara.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini