nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Ucapkan Terima Kasih Prabowo Imbau Pendukungnya Tidak Datang ke MK

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 11:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 13 337 2065964 kapolri-ucapkan-terima-kasih-prabowo-imbau-pendukungnya-tidak-datang-ke-mk-bMJODwF8rv.jpg Kapolri beserta Panglima TNI dan jajaran pemerintah usai apel di Monas. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengimbau pendukungnya tidak mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 yang dimulai besok, Jumat 14 Juni.

Merespons hal itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengucapkan terima kasih kepada Prabowo lantaran sudah mengingatkan massa pendukungnya agar tidak datang dan memercayakan proses hukum kepada MK.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Prabowo Subianto yang telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama pendukung Beliau, untuk memercayakan proses hukum yang sudah ditempuh oleh Beliau ke MK," ujar Tito di lokasi apel gabungan TNI-Polri, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

"Kami tentunya berterima kasih dan mengharapkan masyarakat tidak datang berbondong-bondong ke Mahkamah Konstitusi," tambah Tito.

(Baca juga: TNI-Polri Gelar Apel Pengamanan Sidang Sengketa Pilpres di MK)

Ia mengungkapkan telah disiapkan personel gabungan dari Polri dan TNI untuk melakukan pengamanan sidang di MK nanti. Bahkan, Tito memerintahkan agar personel kepolisian dari daerah juga disiagakan.

"Mereka standby sesuai kebutuhan dan perkiraan cepat intelijen kami lakukan setiap hari untuk melihat apakah ada gerakan massa," jelas Tito.

Apel gabungan TNI-Polri di Monas terkait pengamanan sidang PHPU di MK. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Dia melanjutkan, supaya tidak terjadi kericuhan seperti pada 21–22 Mei di Bawaslu, petugas akan melarang massa menyampaikan pendapat yang dapat mengganggu ketertiban umum. Apalagi, di sekitar Gedung MK merupakan kawasan yang ramai dilalui masyarakat.

"Kami tak perbolehkan sampaikan aspirasi di depan MK, karena menggangu kegiatan orang lain. Itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Itu ada di Pasal 6. Itu tak boleh lagi terjadi di depan MK, karena itu mengganggu jalan umum. Itu Jalan Medan Merdeka Barat yang merupakan jalan umum yang dilewati orang. Nanti kami fasilitasi depan IRTI dan Patung Kuda," tegas Tito.

(Baca juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian 9 Korban saat Kerusuhan 21-22 Mei)

Kemudian dia juga meminta kepada semua jajaran di wilayah-wilayah untuk tetap tenang serta tidak terpancing provokasi yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab.

"Saya minta kepada jajaran di wilayah untuk cooling down, termasuk simpul-simpul kami petakan, dan prinsipnya kita dengar keinginan masyarakat yang kuat," terang Tito.

Sebagaimana diketahui, sidang gugatan hasil Pilpres 2019 akan dimulai besok, Jumat 14 Juni. Kemudian pada 28 Juni ada putusan akhir hasil sengketa PHPU ini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini