nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pengusaha Didakwa Menyuap Bos PT Krakatau Steel Rp157 Juta

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 14:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065665 2-pengusaha-didakwa-menyuap-bos-pt-krakatau-steel-rp157-juta-Je1Zuu0Pmx.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Dua pengusaha yakni Direktur Utama (Dirut) PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja dan Direktur PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro didakwa menyuap Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa menyebut, Kenneth Sutardja menyuap Wisnu Kuncoro sebesar Rp101,5 Juta. Sementara Yudi Tjokro didakwa menyuap Wisnu Kuncoro sebesar Rp55,5 Juta. Jika ditotal, keduanya menyuap Wisnu Kuncoro sekira Rp157 Juta.

Menurut Jaksa, Kenneth Sutardja menyuap Wisnu dalam bentuk Dollar Amerika Serikat dan Rupiah. Suap tersebut agar Kenneth mendapatkan proyek dari PT Krakatau Steel melalui Wisnu Kuncoro.

"(Terdakwa) memberi sesuatu berupa uang tunai seluruhnya Rp101.540.000 dengan rincian dalam bentuk dollar Amerika Serikat sebesar USD4.000 atau setara dengan Rp56.540.000 dan dalam bentuk rupiah sebesar Rp45.000.000 kepada Wisnu Kuncoro," kata Jaksa Ali Fikri saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/6/2019).

 Korupsi

Jaksa Ali menjelaskan, uang dari Kenneth untuk Wisnu tersebut disalurkan melalui seorang perantara yakni, Alexander Muskitta. Upaya pemberian suap kepada Wisnu Kuncoro itu dilakukan agar mendapatkan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton.

"(pemberian suap) agar Wisnu Kuncoro memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton dengan anggaran sekitar Rp24 Miliar di PT Krakatan Seteel dan/atau jasa Operation and Maintenance (OM) terhadap seluruh boiler yang ada di PT Krakatau Steel (Persero), Tbk. Tahun 2019," ucap jaksa.

Alexander Muskitta diduga berperan menjadi perantara mewakili Wisnu Kuncoro. Dalam hal ini, Alexander Muskitta bertindak meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutarja dari PT Grand Kartech dan Rp 100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro dari PT Grand Kartech.

 korupsi

Pada 20 Maret 2019, Alexander Muskitta menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro kemudian disetorkan ke rekening Alexander Muskitta. Kemudian, Alexander juga menerima uang USD 4.000dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan dari Kenneth Sutarja. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening Alexander.

Pada 22 Maret 2019, uang Rp20 juta diserahkan oleh Alexander Muskitta ke Wisnu Kuncoro di kedai kopi di daerah Bintaro. Beberapa saat kemudian terdakwa Alexander Muskitta dan Wisnu Kuncoro diamankan petugas KPK.

Sementara itu, Direktur PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro didakwa jaksa memberi suap kepada Direktur PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro. Eddy disebut jaksa memberikan suap senilai Rp55,5 juta.

"Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi sesuatu berupa uang tunai sebesar Rp5.500.000 dan Rp50.000.000 kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu kepada Wisnu Kuncoro selaku Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Steel Persero TBK, melalui Kurnia Alexander Muskitta," ucap jaksa.

Atas perbuatannya, keduanya didakwa Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini