nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Percepat Penyidikan Sjamsul Nursalim untuk Segera Disidang In Absentia

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065639 kpk-percepat-penyidikan-sjamsul-nursalim-untuk-segera-disidang-in-absentia-KgHHF8jTGK.jpg Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang memaksimalkan berbagai cara untuk dapat merampungkan berkas penyidikan Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim. KPK ingin segera melimpahkan berkas Sjamsul dan istrinya ke persidangan.

"Banyak cara yang bisa kita pakai. Tetapi, yang jelas ita harus masuk secepatnya prosesnya di pengadilannya, itu dulu," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang usai bertemu dengan pansel capim KPK, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

 (Baca juga: Sjamsul Nursalim dan Istrinya Berpotensi Jadi Buronan KPK jika Tidak Kooperatif)

Diketahui, Sjamsul dan Itjih saat ini sudah permanent resident (menetap) di Singapura. KPK telah berulang kali memberikan surat panggilan pemeriksaan terhadap keduanya pada saat proses penyelidikan. Namun, keduanya mangkir alias tidak pernah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

 korupsi

Menurut Saut, KPK membuka peluang akan menggelar sidang perkara dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tanpa harus menghadirkan Sjamsul dan istrinya atau persidangan in absentia.

"Kan sudah ada standarnya kemarin in absentia tadi. Ya paling tidak begitu (in absentia) kalau dia tidak hadir. Tapi kita kalau berpikir hidup di Indonesia itu enak kok, pulang saja ke Indonesia," terangnya.

 (Baca juga: KPK Bakal Tempuh Kerjasama Internasional untuk Periksa Sjamsul Nursalim)

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan secara resmi penetapan tersangka terhadap mantan Pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim beserta istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka. Keduanya dijerat terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

 korupsi

Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini