nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Bakal Tempuh Kerjasama Internasional untuk Periksa Sjamsul Nursalim

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 21:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 11 337 2065458 kpk-bakal-tempuh-kerjasama-internasional-untuk-periksa-sjamsul-nursalim-bNcSwBOxX6.jpg

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menjalin kerjasama internasional untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

"Jika dibutuhkan kerjasama internasional kami bisa menerapkan UN convention against corruption ataupun kerja sama dengan unit-unit lain atau instansi lain di negara-negara lain, kalau dibutuhkan kerjasama internasional," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).

Jubir KPK, Febri Diansyah

Diketahui, Sjamsul dan Itjih saat ini sudah permanent resident (menetap) di Singapura. KPK telah berulang kali memberikan surat panggilan pemeriksaan terhadap keduanya. Namun, keduanya mangkir alias tidak pernah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Febri menambahkan, KPK saat ini juga sedang konsen memberikan dukungan terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang tengah digugat oleh pihak Sjamsul Nursalim. Menurut Febri, bantuan tersebut diberikan karena BPK merupakan pihak yang bekerjasama dengan KPK untuk mengusut kasus ini.

(Baca Juga: KPK Bakal Sita Aset Sjamsul Nursalim dan Istrinya)

"Kenapa kami memberikan dukungan penuh pada BPK, karena, pertama sejak awal penanganan kasus BLBI ini merupakan kerja sama KPK dan BPK khususnya untuk perhitungan kerugian keuangan negara," terang Febri.

"Sampai kemudian Hakim juga menegaskan apa yang dihitung oleh BPK tersebut sebagai kerugian keuangan negara yang di sana disebutkan Sjamsul Nursalim diduga diperkaya dalam kasus ini, sehingga kami perlu memberikan dukungan penuh pada BPK dan auditornya," sambungnya.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan secara resmi penetapan tersangka terhadap mantan Pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim beserta istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka. Keduanya dijerat terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

(Baca Juga: KPK Minta Tersangka BLBI Sjamsul Nursalim dan Istri Segera Menyerahkan Diri)

Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini