nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Kepemilikan Senjata Api: Pesan Kivlan Zen, Target Saya Wiranto & Luhut

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 11 337 2065374 tersangka-kepemilikan-senjata-api-pesan-kivlan-zen-target-saya-wiranto-luhut-49wM2T5Pf2.jpg Konferesi pers Mabes Polri di Kantor Kemenko Polhukam (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Para tersangka kepemilikan senjata api ilegal dan perencanaan pembunuhan terhadap 4 orang tokoh nasional dan 1 orang pimpinan lembaga survei menyebut nama mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayjen Purn Kivlan Zen sebagi orang yang menyuruhnya.

Nama Kivlan disebut oleh para tersangka dalam sebuah video yang ditayangkan saat konfrensi pers Mabes Polri di Gedung Kemenko Polhukam, Selasa (12/6/2019).

“Saya HK berdomisili di Cibinong. Saya diamankan polisi pada tanggal 21 Mei, 23.00 WIB, terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senpi, dan ada kaitannya dengan senior saya, jenderal saya, yang saya hormati dan banggakan, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen,” ucap tersangka HK dalam video yang ditayangkan.

HK menjelaskan, pada Maret 2019, ia dipanggil oleh Kivlan Zen di kawasan Kelapa Gading dan diberi uang Rp150 juta untuk membeli 4 senjata api yang terdiri dari 2 senjata laras panjang dan 2 senjata laras pendek.

“Adapun pesan Pak Kivlan, saya target Wiranto (Menkopolhukam) dan Luhut (Binsar Panjaitan Menko Kemaritiman)," tuturnya.

Kivlan Zen

(Baca Juga: Kivlan Zein Ditetapkan sebagai Tersangka Makar)

Tersangka lainnya, IR mengaku, ditelepon seseorang bernama Armi untuk bertemu Kivlan Zein pada April di Masjid Pondok Indah. Ia kemudian bertemu dengan Kivlan di dalam mobil pribadinya.

"(Di dalam mobil Kivlan) lalu mengeluarkan handphone dan menunjukkan alamat serta foto Yunarto (Direktur Lembaga Survei Cjarta Politika) quick count dan pak kivlan cari alamat ini. Beliau berkata lagi nanti saya kasih uang operasional cukuplah Rp5 juta untuk bensin makan dan kendaraan segala macam," paparnya.

Selain itu, tersangka lainnya TJ, mengaku juga mendapat perintah dari Kivlan. Saat bertemu ia mendapat foto dan alamat target yang akan di eksekusi. "Saya dapat perintah dari Kivlan Zein melalui Rahmat Kurniawan alias Iwan. saya diberikan uang tunai toatal 5 juta dari Kivlan Zein melalui Kurniawan alias Iwan," bebernya.

Dalam kasus ini, polri telah menetapkan tersangka kepada para pelaku tersebut. Polisi juga menyuta sejumlah barang bukti barupa senjata api dan rompi anti peluru termasuk sejumlah mata uang asing dollar Singapura dengan nilai sekitar Rp150 juta.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini