nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 6 Meter

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 13:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 337 2065271 bmkg-waspada-potensi-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-FRvs1uWzm8.jpg Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi pada 11–14 Juni 2019 di sejumlah perairan Indonesia. Potensi gelombang tinggi tersebut bahkan dapat mencapai 6 meter.

"Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 1,25 hingga 6 meter," kata Humas BMKG Dwi Rini Endra Sari melalui keterangan resminya, Selasa (11/6/2019).

BMKG menginformasikan peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan pola sirkulasi di utara Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur–tenggara dengan kecepatan 4–15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya berembus dari timur–tenggara dengan kecepatan 4–25 knot.

(Baca juga: BMKG Sebut Wilayah Pesisir Berpotensi Diterpa Gelombang Tinggi)

Sementara kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Enggano hingga selatan Jawa, Pulau Sawu–Pulau Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata–Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Kei– Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso–Merauke. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di antaranya Perairan Timur Pulau Simeulue, Perairan Timur Kepulauan Mentawai, Selat Sape bagian selatan–Selat Sumba, Laut Sawu–Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang–Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru.

Ilustrasi gelombang tinggi air laut. (Foto: Okezone)

Kemudian di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Baubau–Wakatobi, Perairan Manui–Kendari, Perairan Selatan Pulau Buru–Seram, Perairan Kepulauan Sermata–Kepulauan Tanimbar, Perairan Keulauan Kei–Kepulauan Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpeluang mengalami gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5–4 meter di antaranya yakni Perairan Enggano–Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten–Sumbawa, Selat Bali–Selat Lombok–Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba–Pulau Sawu–Pulau Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kepulauan Wakatobi, serta Perairan Selatan Kepulauan Sermata–Kepulauan Tanimbar.

(Baca juga: Wisatawan Wajib Waspada Gelombang Tinggi di Laut Jawa)

Adapun potensi gelombang yang tertinggi berkisar 4–6 meter dapat terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Mentawai–Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa–Lombok, Selat Bali–Selat Lombok–Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa–Lombok.

BMKG mengimbau kepada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan kapal ukuran besar lainnya untuk selalu waspada.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini