KPK Minta Tersangka BLBI Sjamsul Nursalim dan Istri Segera Menyerahkan Diri

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 11 Juni 2019 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 11 337 2065209 kpk-minta-tersangka-blbi-sjamsul-nursalim-dan-istri-segera-menyerahkan-diri-1SHdNRtqOS.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih segera menyerahkan diri usai ditetapkan sebagai tersangka.

Sjamsul dan Itjih sendiri telah ‎ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap obligor BDNI.

(Baca juga: KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim dan Istri Jadi Tersangka Korupsi BLBI)

"Kami menyarankan agar SJN dan ITN menyerahkan diri ke KPK karena saat ini status mereka sudah sebagai tersangka dalam penyidikan perkara korupsi yang dilakukan KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).

Ia juga menanggapi sejumlah pernyataan Maqdir Ismail selaku kuasa hukum Sjamsul Nursalim. Menurut Febri, apabila Sjamsul ingin membela diri alangkah baiknya langsung mendatangi KPK.‎‎

Sjamsul Nursalim. (Foto: Ist)

"Jika pihak SJN dan ITN ingin membela diri dalam perkara ini, akan lebih baik hadir memenuhi panggilan KPK. Hal itu tentu akan dihargai jika tersangka bersikap koperatif," terang Febri.

KPK sendiri telah mengumumkan secara resmi penetapan tersangka pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim beserta istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka. Keduanya dijerat terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

(Baca juga: KPK Bakal Sita Aset Sjamsul Nursalim dan Istrinya)

Sjamsul dan Itjih disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan Itjih diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul Nursalim dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini